Persiapan Arab Saudi untuk Puncak Haji di Armuzna, dari Khatib Hari Arafah hingga Trotoar Berlapis Karet di Muzdalifah

Arab Saudi sudah menunjuk khatib dan imam Masjidil Haram Sheikh Saleh bin Abdullah bin Humaid sebagai imam dan khatib di Masjid Namirah pada saat pelaksanaan Hari Arafah yang berlangsung pada 9 Dzulhijjah 1446 H.

oleh Dinny MutiahDiperbarui 26 Mei 2025, 13:31 WIB
Berdasarkan aplikasi cek suhu dan cuaca Weather, suhu di Padang Arafah sejak pukul 10.00 hingga 16.35 (waktu setempat) berkisar antara 42 hingga 45 derajat Celcius. (AP Photo/Amr Nabil)

Liputan6.com, Jeddah - Sebagai tuan rumah, Arab Saudi terus bersiap menghadapi puncak haji di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna). Salah satunya menunjuk ulama terkemuka Saudi, imam sekaligus khatib Masjidil Haram di Makkah, Sheikh Saleh bin Abdullah bin Humaid, sebagai khatib dan imam salat di Masjid Namirah pada saat wukuf di Arafah, 9 Dzulhijjah 1446 H.

Mengutip Saudi Gazette, Senin (26/5/2025), ia ditunjuk oleh Raja Salman langsung, menurut Kepresidenan Urusan Agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Sheikh Bin Humaid adalah seorang ulama Islam terkenal dan penulis sejumlah buku.

Ia telah mengabdi di Arab Saudi dalam berbagai kapasitas, termasuk sebagai juru bicara Dewan Syura, ketua Dewan Peradilan Tertinggi, presiden Dewan Akademi Fiqih Islam Internasional, kepala Presidensi Umum untuk urusan Dua Masjid Suci, serta penasihat Pengadilan Kerajaan Saudi.

Hari Arafah menandai puncak ibadah haji tahunan. Bertempat di Arafah, salah satu dari empat rukun haji dan ritual terpenting dari ibadah haji tahunan, akan dimulai setelah khotbah Arafah dan pelaksanaan salat Dzuhur dan Ashar yang dijama' dan singkat.

Persiapan Arab Saudi juga dilakukan dengan memperbarui infrastruktur di Makkah, Muzdalifah, dan Mina. Salah satunya trotoar dan jalur yang teduh di pusat Makkah. Begitu pula dengan area shalat dan beribadah yang diperluas agar bisa menampung jutaan jemaah haji dari seluruh dunia.

 

Kesiapan Infrastruktur di Muzdalifah dan Mina

Umat Muslim melaksanakan salat dengan menghadap Kakbah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Kamis (16/8). Jutaan umat Islam dari berbagai negara semakin memadati Masjidil Haram menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji. (AP Photo/Dar Yasin)

Dikutip dari Arab News, Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-Tempat Suci mengatakan pada Kamis, 15 Mei 2025, bahwa Makkah juga mengoperasikan layanan bus selama musim haji. Sebanyak 400 bus dioperasikan untuk melayani 12 rute, 431 halte, dan empat stasiun bus pusat.

Area pejalan kaki seluas 170 ribu meter persegi di Muzdalifah yang berada di tenggara Makkah telah diperbarui dengan dilapisi dengan lantai karet. Mereka juga menanam 10 ribu pohon untuk meneduhkan suasana dan mengurangi dampak panas ekstrem pada jemaah. Mengutip AccuWeather, suhu udara di Makkah pada siang hari dalam seminggu ke depan diprediksi berkisar antara 39--47 derajat celcius.

Persiapan juga dilakukan di Mina yang mencakup peningkatan rumah sakit yang berkapasitas 200 tempat tidur di Mina. Di tempat ini, jemaah haji di seluruh dunia akan melaksanakan ritual melempar jumrah yang berlangsung mulai 10 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah 1446 H.

Komisi tersebut juga telah menyiapkan tenda dua lantai sebagai tambahan akomodasi bagi jemaah yang bermalam di lembah tersebut. Tersedia pula fasilitas toilet bertingkat dan layanan skuter listrik yang melayani tiga rute, lapor Saudi Press Agency.

Kesiapan Mataf sebagai Area Tawaf Jemaah Haji

Jemaah haji mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (1/7/2023). Jemaah haji melaksanakan tawaf ifadah usai melaksanakan puncak ibadah haji di Padang Arafah, Muzdalifah, dan Mina. (AP Photo/Amr Nabil)

Selain itu, komisi tersebut telah menyiapkan 71 pusat darurat di berbagai lokasi di Mina, serta tempat istirahat, tempat teduh, dan 400 stasiun air dingin. Ibadah haji di Armuzna diperkirakan akan dimulai pada 4 Juni dan berlanjut hingga 9 Juni 2025.

Persiapan juga dilakukan di Masjidil Haram, khususnya terkait area mataf. Otoritas Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengumumkan bahwa kapasitas tawaf Mataf telah mencapai 107ribu jemaah per jam, tersebar di lantai dasar, lantai pertama dan mezzanine, serta lantai atas, termasuk atap. Total, Mataf dapat menampung hingga 203.000 jemaah di semua lantai selama jam sibuk.

Para pejabat mengatakan bahwa seluruh area Mataf dirancang agar bisa diakses jemaah khusus untuk melakukan tawaf. Pintu masuk khusus dan gerbang utama dan samping telah dialokasikan untuk memperlancar akses ke Mataf, dengan gerbang khusus yang ditujukan untuk layanan dan penggunaan darurat guna mengoptimalkan keselamatan dan pengelolaan kerumunan.

Jemaah Diminta Berdiam di Tenda Selama Wukuf di Arafah

Jemaah akan menghabiskan Hari Tarwiyah dengan berdoa di tenda-tenda mereka sebagai persiapan untuk wukuf di Arafah pada hari Sabtu, 9 Dzulhijjah 1445 H. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

Sebelumnya, Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief mengatakan bahwa pihaknya dititipi pesan dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi perihal pelaksanaan wukuf tahun ini. Mereka, katanya, meminta jemaah tidak keluyuran di luar tenda selama wukuf berlangsung hingga bada ashar atau sekitar pukul 15.30 WAS. 

"Maksudnya adalah kita memastikan kekhusyukan. Kita jaga jangan sampai ada jemaah yang hilang, jemaah yang tersesat. Kita kurangi itu," kata Hilman di Makkah, Minggu, 25 Mei 2025.

Pihaknya juga menyiapkan sejumlah pembimbing di tenda-tenda jemaah haji untuk menuntun mereka beribadah atau merefleksi diri selama wukuf. Mengingat, wukuf adalah inti dari haji sehingga kesakralannya harus dijaga betul.

"Kalau ada yang terpecah kloter pembimbingnya, kita satuan, tapi jangan ambil inisiatif sendiri, termasuk suami istri yang terpisah. Tapi, nanti harus tercatat, kita gabungkan," ujarnya. Wukuf di Arafah berlangsung pada 9 Dzulhijjah 1446 H. Diperkirakan itu jatuh pada Senin, 5 Juni 2025.

Infografis Perbedaan Rukun dan Wajib Haji dengan Rukun Umrah. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya