Patahkan Sandaran Tangan Takhta Kuno Istana di Vietnam, Pria Ini Ditangkap

Takhta tersebut berasal dari Dinasti Nguyen, dinasti kerajaan terakhir Vietnam, yang bertahan dari tahun 1802 hingga 1945. Ini yang terjadi selanjutnya setelah tragedi kerusakan.

oleh Tanti YulianingsihDiterbitkan 26 Mei 2025, 12:00 WIB
Seorang pria duduk di singgasana dalam rekaman yang beredar di media sosial dan situs berita Vietnam yang konon menunjukkan insiden artefak Dinasti Nguyen di Vietnam.(Facebook)

Liputan6.com, Phnom Penh - Seorang pria ditahan polisi pada hari Sabtu (25/5) akibat mematahkan sandaran tangan takhta kuno Vietnam yang diakui sebagai 'harta nasional,' lapor media pemerintah Vietnam.

Takhta tersebut berasal dari Dinasti Nguyen, dinasti kerajaan terakhir Vietnam, yang bertahan dari tahun 1802 hingga 1945.

Dinasti Nguyen mendirikan Kota Hue, di pusat negara tersebut, sebagai ibu kota Vietnam saat berkuasa, menurut UNESCO. Monumen-monumen kota tersebut, yang meliputi beberapa istana kerajaan, situs ritual, dan makam, telah dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Takhta yang patah pada hari Sabtu (24/5) itu terletak di dalam Istana Thai Hoa Hue, "bangunan terpenting" kota itu, tempat para kaisar mengadakan pengadilan dan upacara kerajaan diadakan, menurut Vietnam News seperti dikutip dari CNN, Senin (26/5/2025).

Pada hari Sabtu (24/5) tak lama setelah pukul 12 siang, seorang pria yang menunjukkan "tanda-tanda mabuk berat" memasuki area terlarang yang dibatasi tali di istana dan naik ke singgasana, Vietnam News melaporkan. Ia kemudian "berteriak tidak jelas" dan mematahkan sandaran tangan kiri kursi upacara, situs web berita negara itu mengatakan.

Tersangka Diperiksa

Ilustrasi Vietnam lokasi perkara terjadi. (wikimedia commons)

Sebuah foto yang diunggah oleh Nhân Dân, surat kabar resmi Partai Komunis Vietnam yang berkuasa, menunjukkan bagian sandaran tangan yang menampilkan kepala naga tergeletak di lantai. Dua pecahan sandaran tangan lainnya tergeletak di sampingnya.

Pria yang mematahkan singgasana telah dikirim untuk pemeriksaan kejiwaan, Vietnam News melaporkan, karena "kondisi mentalnya yang tidak stabil" yang meliputi "delusi dan ucapan yang tidak jelas."

Langkah-langkah keamanan kemudian diperketat di seluruh kompleks monumen, "dengan penekanan pada perlindungan artefak dan harta nasional," situs web berita negara itu menambahkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya