Liputan6.com, Jakarta - Tim Berantas Jaya Polres Metro Depok kembali menyisir posko organisasi masyarakat (ormas) yang dibangun di kawasan hijau milik Pemerintah Kota Depok.
Saat akan dibongkar, Tim Berantas Jaya Polres Metro Depok dikejutkan dengan markas ormas yang telah diubah menjadi rumah singgah dan tempat ibadah.
Advertisement
Kabag Operasional Polres Metro Depok AKBP Maulana Jali Karepesina mengatakan Tim Berantas Jaya Polres Metro Depok bersama TNI dan Satpol PP Kota Depok, kembali menertibkan simbol maupun posko ormas di ruang publik. Terdapat tiga posko ormas di wilayah Sukmajaya dibangun pada lahan kawasan hijau Pemerintah Kota Depok.
Sementara itu, Universitas Pancasila buka suara terkait status Edie Toet Hendratno, mantan rektor yang terseret kasus dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswinya.
Ketua Bagian Hukum Pidana Universitas Pancasila Hasbullah menegaskan Edie Toet Hendratno sudah dipecat sejak 12 Juli 2024 dan tak lagi punya kaitan apapun dengan Universitas Pancasila. Pemecatan itu tertuang dalam SK Yayasan Nomor 177 tertanggal 12 Juli 2024.
Hasbullah juga memastikan surat keputusan itu masih berlaku hingga hari ini tanpa pencabutan. Menurut Hasbullah, keputusan ini bentuk sikap tegas yayasan yang tidak mentoleransi kekerasan seksual.
Berita lain yang terpopuler dalam sepekan terakhir dalam sub kanal Megapolitan, News Liputan6.com adalah terkait Penyelidik Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Metro Jaya bakal memanggil ulang Rismon Sianipar (RS) sebagai saksi soal laporan yang dibuat Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Diketahui, laporan yang dibuat oleh mantan Wali Kota Solo itu terkait dengan kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Hal itu seperti disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indardi, Sabtu 24 Mei 2025.
Selain itu, penyelidik Polda Metro Jaya disebutnya juga akan melakukan pemanggilan dan meminta keterangan terhadap dewan pers.
Berikut deretan berita metro yang paling banyak dicari pembaca Liputan6.com dalam sepekan terakhir:
1. Akal Bulus Ormas di Depok, Markasnya Gagal Dibongkar karena Diubah Jadi Tempat Ibadah
Tim Berantas Jaya Polres Metro Depok kembali menyisir posko organisasi masyarakat (ormas) yang dibangun di kawasan hijau milik Pemerintah Kota Depok.
Saat akan dibongkar, Tim Berantas Jaya Polres Metro Depok dikejutkan dengan markas ormas yang telah diubah menjadi rumah singgah dan tempat ibadah.
Kabag Operasional Polres Metro Depok, AKBP Maulana Jali Karepesina, mengatakan Tim Berantas Jaya Polres Metro Depok bersama TNI dan Satpol PP Kota Depok, kembali menertibkan simbol maupun posko ormas di ruang publik.
Terdapat tiga posko ormas di wilayah Sukmajaya dibangun pada lahan kawasan hijau Pemerintah Kota Depok.
"Iya, ada posko yang berubah jadi musala," ujar Maulana saat ditemui di lokasi penertiban Jalan Merdeka, Jumat, 23 Mei 2025.
2. Pihak Universitas Pancasila Tegaskan Eks Rektor Edhie Toet Hendratno Sudah Dipecat
Universitas Pancasila buka suara terkait status Edie Toet Hendratno, mantan rektor yang terseret kasus dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswinya.
Ketua Bagian Hukum Pidana Universitas Pancasila, Hasbullah menegaskan Edie Toet Hendratno sudah dipecat sejak 12 Juli 2024 dan tak lagi punya kaitan apapun dengan Universitas Pancasila. Pemecatan itu tertuang dalam SK Yayasan Nomor 177 tertanggal 12 Juli 2024.
"Sudah dipecat dari Juli 2024. Sebenernya dari 12 Juli 2024 sesuai dengan SK Yayasan 177 tersebut," kata Hasbullah kepada wartawan, Rabu, 21 Mei 2025.
"Itu sudah dinyatakan bukan lagi bagian dari Universitas Pancasila dan sudah diberhentikan sebagai dosen dari Universitas Pancasila," sambung dia.
Dia juga memastikan surat keputusan itu masih berlaku hingga hari ini tanpa pencabutan. Menurut Hasbullah, keputusan ini bentuk sikap tegas yayasan yang tidak mentoleransi kekerasan seksual.
3. Polda Metro Akan Panggil Ulang Rismon Sianipar Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Penyelidik Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Metro Jaya bakal memanggil ulang Rismon Sianipar (RS) sebagai saksi soal laporan yang dibuat Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Diketahui, laporan yang dibuat oleh mantan Wali Kota Solo itu terkait dengan kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi.
"Nanti hari Senin penyelidik akan mengambil keterangan dalam rangka klarifikasi terhadap saksi saudara RS yang sebelumnya kemarin minta ditunda," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indardi kepada wartawan, Sabtu 24 Mei 2025.
Selain itu, penyelidik disebutnya juga akan melakukan pemanggilan dan meminta keterangan terhadap dewan pers.