Harga Bitcoin Diprediksi Capai Rekor Termahal Lagi, Siap-Siap Tembus Segini

Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah menembus angka USD 111.000, mendekati rekor tertingginya. Lonjakan ini memicu gelombang optimisme dari para analis dan pelaku pasar, yang memperkirakan harga Bitcoin bisa melesat jauh lebih tinggi dalam waktu dekat.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 25 Mei 2025, 15:15 WIB
Ilustrasi harga kripto (Foto By AI)

 

Liputan6.com, Jakarta Harga Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah menembus angka USD 111.000, mendekati rekor tertingginya. Lonjakan ini memicu gelombang optimisme dari para analis dan pelaku pasar, yang memperkirakan harga Bitcoin bisa melesat jauh lebih tinggi dalam waktu dekat.

Menurut Shunyet Jan, Kepala Derivatif di Bybit, lonjakan Bitcoin saat ini hanyalah awal dari tren yang lebih besar. Ia memperkirakan harga Bitcoin bisa menyentuh angka USD 125.000 atau setara Rp 2 miliar (asumsi kurs Rp 16.261 per dolar  AS) pada akhir kuartal kedua tahun ini.

"Kami melihat konvergensi faktor yang unik kejelasan regulasi, arus masuk institusional, dan pergeseran ekonomi makro yang mempercepat adopsi arus utama,” kata Jan dikutip dari Coinmarketcap, Minggu (25/5/2025).

Arus modal yang terus mengalir ke ETF Bitcoin spot menjadi bukti bahwa investor institusional kini menganggap Bitcoin sebagai aset yang sah. Selain itu, hubungan terbalik antara Bitcoin dan nilai dolar AS memperkuat posisinya sebagai emas digital. 

Dengan harga Bitcoin yang terus bertahan di atas USD 110.000, target USD 125.000 dianggap masuk akal dan mencerminkan kepercayaan pasar terhadap masa depan keuangan digital.

Jan juga menyinggung Undang-Undang GENIUS yang baru diperkenalkan, dan menekankan bahwa regulasi yang jelas sangat penting untuk membangun kepercayaan investor serta memperkuat infrastruktur aset kripto.

Meskipun optimis terhadap Bitcoin, Jan menyatakan sikap lebih hati-hati terhadap altcoin. Ia menjelaskan bahwa meskipun koin besar seperti Ethereum mungkin ikut naik, tingginya suku bunga dan ketidakpastian global bisa menjadi hambatan bagi lonjakan harga altcoin yang lebih kecil.

 

Prediksi Harga Bitcoin Jangka Menengah dan Panjang

Ilustrasi Kripto. (Foto By AI)

Beberapa analis top lainnya juga memberikan proyeksi jangka panjang yang luar biasa bullish

Scott Melker, analis kripto, memperkirakan Bitcoin akan mencapai USD 250.000 pada akhir tahun 2025, didorong oleh meningkatnya permintaan institusional dan kondisi pasar yang stabil. Ia juga mencatat bahwa volatilitas Bitcoin menurun dan korelasinya dengan keuangan tradisional (trad-fi) bisa menjadi pemicu reli besar selanjutnya.

Adam Back, CEO dari Blockstream, bahkan menyebut Bitcoin sangat dinilai rendah saat ini, dan percaya bahwa harga Bitcoin bisa meroket hingga USD 500.000 sampai USD 1 juta dalam siklus pasar ini. Ia merasa heran mengapa harga saat ini belum mencerminkan momentum bullish yang terus meningkat.

Dari lembaga keuangan besar, Geoffrey Kendrick dari Standard Chartered memprediksi Bitcoin bisa menembus USD 200.000 pada 2025 dan mencapai USD 500.000 pada tahun 2029, karena adanya peralihan dari aset berbasis dolar AS ke aset digital.

 

Harga Bitcoin akan Capai USD 200.000

Ilustrasi harga kripto (Foto By AI)

Firma riset Bernstein juga sependapat, memperkirakan Bitcoin akan mencapai USD 200.000 dalam bull run saat ini.

Meski sempat turun 4% ke level USD 107.200 karena gejolak pasar yang dipicu oleh ancaman tarif 50% dari Presiden Trump terhadap barang-barang asal Uni Eropa, para analis percaya bahwa koreksi ini bersifat sementara dan tidak akan mengganggu arah tren jangka panjang Bitcoin yang tetap bullish.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya