Empat Pilar Barcelona: Musim Hebat yang Dibangun Bersama

Di balik sepak terjang Barcelona yang mengagumkan, ada setidaknya empat pemain yang tampil lebih menonjol dibandingkan rekan-rekannya. Siapa sajakah mereka?

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 24 Mei 2025, 13:53 WIB
Duo bintang Barcelona, Pedri (kiri) dan Lamine Yamal. (AFP/Josep Lago)

Liputan6.com, Jakarta Barcelona musim ini memang gagal di Liga Champions. Mereka kandas di semifinal. Namun, tim asuhan Hansi Flick tak terbendung di kancah domestik.

Di musim pertamanya ini, pelatih asal Jerman itu membawa Barcelona menyapu bersih trofi Supercopa de Espana, Copa del Rey, dan La Liga.

Barcelona musim ini tak ditopang satu individu yang bersinar sendirian, tapi kolektif muda yang berkembang bersama. Ini bukan musim “breakthrough”, tapi “affirmation”—sebuah konfirmasi bahwa masa depan klub sudah mulai terbentuk.

Di balik sepak terjang tim yang mengagumkan itu, ada setidaknya empat pemain yang tampil lebih menonjol dibandingkan rekan-rekannya. Siapa sajakah mereka?


Robert Lewandowski: Sang Mesin Gol Veteran

Tiga gol lainnya masing-masing diciptakan oleh Robert Lewandowski, bunuh diri Jelle Bataille, dan Gavi. (LLUIS GENE / AFP)

Ketika bicara tentang kontribusi yang nyata, sulit untuk mengabaikan Robert Lewandowski. Striker 36 tahun Polandia ini jadi top skor Barcelona di La Liga dengan 25 gol. Hanya cedera yang mencegahnya memuncaki daftar Pichichi.

Musim ini seperti penebusan untuk Lewandowski, yang akhirnya tampil sesuai ekspektasi sejak datang dari Bayern Munchen. Dia menjadi titik tumpu di lini depan yang bisa diandalkan sepanjang musim.

Di Liga Champions, dia menyumbang 11 gol lagi. Walau assist-nya menurun, mungkin ini tanda bahwa Hansi Flick memberinya peran yang benar-benar memaksimalkan insting mencetak golnya.


Raphinha: Pahlawan yang Tak Kenal Lelah

Raphinha terus menunjukkan ketajamannya dalam urusan menjebol gawang lawan. Di Liga Champions musim ini, pemain Barcelona itu sukses menempati posisi teratas sebagai pencetak gol terbanyak sementara dengan koleksi 11 gol. (AP Photo/Joan Monfort)

Raphinha mungkin bukan pemain yang paling dibicarakan di media. Namun, di lapangan, dia tampil sebagai pemecah kebuntuan di momen-momen penting. Dia tak perlu banyak gaya, cukup hadir di waktu yang tepat.

Di La Liga, pemain Brasil ini sudah mencatatkan 18 gol dan 9 assist dalam 35 laga. Itu angka yang luar biasa untuk seorang winger yang sering bermain melebar.

Namun, di Liga Champions-lah Raphinha benar-benar bersinar. Dia mencetak 13 gol dan 8 assist dalam hanya 14 laga—kontribusi yang bisa membawa tim ke final andai mereka sedikit lebih beruntung.


Lamine Yamal: Masa Depan Sudah Hadir Sekarang

Bintang Barcelona, Lamine Yamal, berpose dengan trofi juara Copa del Rey setelah timnya mengalahkan Real Madrid dengan skor 3-2 pada laga final yang berlangsung Minggu (27/4/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Jose Breton)

Lamine Yamal bukan hanya talenta masa depan, tapi juga kekuatan masa kini Barcelona. Di usia 17 tahun, dia memimpin daftar assist La Liga dengan 13 assist, plus 8 gol.

Lanjut Baca:

Di Liga Champions, dia menambah 5 gol dan 3 assist. Yang lebih mengesankan adalah konsistensinya meski membawa beban ekspektasi besar sejak tampil gemilang di Euro bersama Spanyol. Saat ini, Lamine adalah kreator utama Barca. Dia belum jadi finisher terbaik, tapi perkembangan finishing-nya terlihat jelas. Dia bisa jadi pemain terbaik musim depan dan mungkin setiap musim setelahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya