Update Harga Bitcoin Hari Ini 22 Mei 2025, Tembus Rp 1,8 miliar

Harga Bitcoin (BTC) terus menunjukkan tren positif. Pada 22 Mei 2025, harga BTC mencapai Rp 1,8 Miliar.

oleh Agustina MelaniDiperbarui 22 Mei 2025, 18:18 WIB
Ilustrasi bitcoin (Foto: Unsplash/Aleksi Raisa)

Liputan6.com, Jakarta - Harga bitcoin kembali melesat pada perdagangan Kamis, (22/5/2025). Harga bitcoin kembali tembus posisi USD 110.000

Berdasarkan data Coinmarketcap, harga kripto kapitalisasi pasar terbesar naik 4,01% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga bitcoin (BTC) meroket 8,46%. Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 110.630.70 atau sekitar Rp 1,80 miliar (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.340).

Kapitalisasi pasar bitcoin tembus USD 2,19 triliun. Selain bitcoin, harga Ethereum juga melesat. Harga Ethereum (ETH) naik 4,28% dalam 24 jam terakhir. Harga Ethereum meroket 3,67% ke posisi USD 2.646,73.

Head of Research CoinShares, James Butterfill menuturkan, pergerakan bitcoin telah didorong momentum yang beragam mulai dari optimisme yang berkembang seputar regulasi kripto Amerika Serikat dan minat yang berkelanjutan dari pembeli institusional.

Kenaikan harga kripto terbesar tersebut terjadi meski terjadi penurunan di pasar saham Amerika Serikat (AS) pada Rabu.Bitcoin biasanya berkorelasi dengan pasar ekuitas, khususnya Nasdaq yang sarat teknologi.

Pergerakan bitcoin dan saham yang berbeda dapat menjadi hasil dari investor yang mencari tempat penyimpanan nilai alternatif.

"Kenaikan ini juga dibantu oleh kekhawatiran makro yang lebih luas, termasuk penurunan peringkat utang negara AS baru-baru ini oleh Moody, yang menambah narasi Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan mata uang fiat,” kata Butterfill, demikian mengutip CNBC.

 

Sentimen BTC

Ilustrasi bitcoin (Foto: Vadim Artyukhin/Unsplash)

Lembaga pemeringkat Moody memangkas peringkat kredit negara Amerika Serikat minggu lalu. Ada beberapa perkembangan positif untuk ruang kripto di bidang regulasi di AS juga. Undang-Undang GENIUS, sebuah RUU untuk mengatur stablecoin, lolos dari pemungutan suara prosedural utama di Senat.

Presiden AS Donald Trump dan kepala AI dan kripto David Sacks telah mendorong agenda pro-kripto di AS, yang telah membantu mendukung pasar.

Menambah berita optimis untuk kripto, CEO JPMorgan Jamie Dimon menuturkan, bank akan mengizinkan klien untuk membeli mata uang digital.

Pasokan Beredar dan Volatilitas Harga Bitcoin

Harga Bitcoin (Foto: Freepik)

Saat ini, pasokan Bitcoin yang beredar adalah sekitar 19,8 juta BTC, dengan pasokan maksimum yang dibatasi hanya 21 juta BTC. Kelangkaan ini menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi harga Bitcoin. Dengan pasokan yang terbatas, permintaan yang terus meningkat dapat mendorong harga Bitcoin lebih tinggi.

Namun, penting untuk diingat bahwa Bitcoin dikenal sangat volatile. Harga Bitcoin dapat berubah secara drastis dalam waktu singkat, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sentimen pasar, regulasi pemerintah, dan berita ekonomi global. Volatilitas ini dapat memberikan peluang keuntungan yang besar, tetapi juga membawa risiko kerugian yang signifikan. Demikian mengutip dari berbagai sumber.

Oleh karena itu, investor harus berhati-hati dan mempertimbangkan risiko ini sebelum berinvestasi dalam Bitcoin. Selalu lakukan riset yang mendalam dan konsultasikan dengan penasihat keuangan jika diperlukan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya