Daftar Bank Pemberi Utang ke Sritex

Melansir keterbukaan informasi Bursa, Kamis (22/5/2025), berikut ini daftar lengkap utang bank jangka panjang Sritex per 30 September 2024.

oleh Pipit Ika RamadhaniDiterbitkan 22 Mei 2025, 17:00 WIB
Ilustrasi PT Sri Rejeki Isman Tbk/Sritex (SRIL) (Dok: PT Sri Rejeki Isman Tbk)

Liputan6.com, Jakarta PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex menghadapi tekanan finansial kian berat seiring membengkaknya total liabilitas. Liabilitas perseroan sampai dengan 30 September 2024 tercatat sebesar USD 1,61 miliar atau sekitar Rp 26,35 triliun (asumsi kurs Rp 16.318,35 per USD), meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2023 yang tercatat USD 1,60 miliar.

Peningkatan utang terutama berasal dari liabilitas jangka panjang, khususnya pinjaman bank yang mencapai USD 829,67 juta, serta munculnya utang pemegang saham baru senilai USD 9,36 juta. Di saat yang sama, liabilitas jangka pendek juga membesar, dengan lonjakan mencolok pada utang usaha pihak ketiga.

Dengan total liabilitas yang melampaui nilai aset, rasio utang terhadap aset perusahaan kini berada di atas 270%, mempertegas kondisi permodalan yang kritis. Hal ini berkontribusi terhadap memburuknya defisiensi modal menjadi USD 1,02 miliar, dari USD 954,83 juta di akhir tahun lalu.

Melansir keterbukaan informasi Bursa, Kamis (22/5/2025), berikut ini daftar lengkap utang bank jangka panjang Sritex per 30 September 2024:

1. PT Bank Central Asia Tbk – USD 72.916.624

2. State Bank of India, Singapore Branch – USD 43.859.679

3. PT Bank QNB Indonesia Tbk – USD 38.029.462

4. Citibank N.A., Indonesia – USD 37.321.548

5. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk – USD 35.935.862

 

Daftar Berikutnya

Pekerja PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Dok Sritex) 

6. PT Bank Mizuho Indonesia – USD 35.235.417

7. PT Bank Muamalat Indonesia – USD 27.410.250

8. PT Bank CIMB Niaga Tbk – USD 26.693.888

9. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah – USD 26.184.083

10. PT Bank Maybank Indonesia Tbk – USD 25.275.801

11. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk – USD 23.807.159

12. Bank of China (Hong Kong) Limited – USD 23.617.176

13. PT Bank KEB Hana Indonesia – USD 22.147.252

14. Standard Chartered Bank – USD 20.304.734

15. Taipei Fubon Commercial Bank Co., Ltd. – USD 20.000.000

16. Woori Bank Singapore Branch – USD 19.923.100

17. PT Bank DBS Indonesia – USD 18.891.820

18. PT Bank Permata Tbk – USD 18.123.985

19. PT Bank China Construction Indonesia Tbk – USD 14.942.325

20. PT Bank DKI – USD 9.848.000

 

 

Daftar Selanjutnya

Ilustrasi PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). (Foto: Sritex)

21. Bank Emirates NBD – USD 9.014.852

22. PT Bank CTBC Indonesia – USD 7.278.378

23. Deutsche Bank AG – USD 7.143.232

24. ICICI Bank Ltd., Singapore Branch – USD 6.977.676

25. PT Bank SBI Indonesia – USD 4.970.937

26. PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk – USD 4.969.873

27. PT Bank Danamon Indonesia Tbk – USD 4.902.608

 

Total keseluruhan dari utang bank jangka panjang itu mencapai USD 836,78 juta. Memperhitungkan bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun senilai USD 7,1 juta, maka sisa utang bank jangka panjang menjadi USD 829,67 juta per 30 September 2024.

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya