Liputan6.com, Jakarta - Direktur SpayLater Indonesia, Anggie Setia Ariningsih menjelaskan bahwa adanya pembiayaan paylater membuat masyarakat terbantu tanpa syarat yang menyulitkan dalam mendapatkan kredit. Hal ini disampaikan dalam Virtual Class "Cara Bijak Gunakan Pay Later, Ketahui Risiko dan Manfaatnya" yang digelar Rabu (21/5/2025).
"Tentu adanya teknologi dan sistem membuat masyarakat Indonesia punya akses yang lebih baik terhadap kredit. OJK sendiri dalam laporan bulan lalu menyatakan bahwa pembiayaan paylater meningkat 39,3 persen year-on-year (yoy)," ucapnya.
Advertisement
"Masyarakat tidak perlu lagi misalnya datang ke kantor cabang tertentu membawa dokumen-dokumen untuk mendapatkan kredit. Proses untuk pembiayaan paylater ini lebih mudah dan nyaman," katanya menambahkan.
Meski demikian ia menjelaskan bahwa pembiayaan paylater ini bukan tanpa risiko.
"Tentu risiko menggunakan paylater ini sama dengan kredit pada umumnya. Misalnya saja jika terlambat bayar tentu ada dendanya, lalu juga Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) kita bisa jelek catatannya," ujar Anggie.
"Jika kita terlambat bayar maka SLIK kita tidak langsung bagus pada bulan berikutnya, tentu ini harus dihindari. Namun jika nasabah punya SLIK bagus, membayar tepat waktu maka kami juga memberikan promo seperti bunga sampai nol persen," katanya menambahkan.
Selain itu risiko lain adalah adanya penipuan yang memanfaatkan kelengahan masyarakat dalam menggunakan paylater.
"Kita harus lebih aware pada seseorang yang tidak kita kenal dan mengirim kita SMS, Whatsapp, email, jangan langsung asal klik karena ini risiko. Selain itu KTP, NPWP, KK adalah data pribadi yang harus kita jaga, jangan sampai dikirim ke pihak lain secara sembarangan," ujar Anggie.