Jude Bellingham dan Keraguan Xabi Alonso: Era Baru dengan 3-4-3 atau Lanjutkan 4-4-2 Warisan Ancelotti?

Real Madrid bersiap menyambut era baru di bawah kendali Xabi Alonso dan Jude Belingham akan memberi kegalauan baginya

oleh Asad ArifinDiperbarui 21 Mei 2025, 15:54 WIB
Selebrasi gelandang Real Madrid, Jude Bellingham, setelah membobol gawang lawan dalam lanjutan Liga Spanyol 2024/2025 di Santiago Bernabeu. (Bola.com/Dok. LaLiga Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta Real Madrid bersiap menyambut era baru di bawah kendali Xabi Alonso. Namun, di balik antusiasme kedatangan sang maestro taktik dari Bayer Leverkusen, tersimpan sebuah dilema formasi yang menguras pikiran Xabi Alonso.

Pria 43 tahun itu akan dihadapkan pada pilihan tetap setia pada skema 3-4-3 yang membesarkan namanya, atau beralih ke 4-4-2 yang telah akrab dengan Real Madrid di bawah Carlo Ancelotti?.

Xabi Alonso dikabarkan sudah terlibat jauh dalam rencana Real Madrid musim 2025/2026 nanti. Dia punya andil atas transfer bek tengah Dean Huijsen. Dia juga meminta bek kiri baru pada Madrid.

Di Leverkusen, Xabi Alonso identik dengan formasi tiga bek tengah. Baik itu pada formasi 3-4-3 atau 3-4-2-1. Dua formasi itu paling sering dipakai eks pelatih tim muda Real Sociedad. Namun, dia punya satu keputusan penting di Real Madrid.


Warisan Ancelotti atau Inovasi Alonso?

Xabi Alonso melambaikan tangan ke fans Bayer Leverkusen sebelum laga melawan Borussia Dortmund pada 11 Mei 2025 lalu. (Marius Becker/dpa via AP)

Selama menukangi Bayer Leverkusen, Alonso dikenal sebagai penganut setia formasi 3-4-3 yang agresif dan dinamis. Harapan awal adalah ia akan membawa filosofi ini ke Madrid, menyuntikkan kesegaran taktik yang mungkin dibutuhkan setelah dominasi Ancelotti.

Namun, laporan dari Diario AS mengungkapkan bahwa Alonso justru condong untuk memulai petualangannya di Madrid dengan formasi 4-4-2.

Perubahan hati ini konon tak lepas dari faktor Jude Bellingham. Sang gelandang, yang mulanya diperkirakan akan dimainkan dalam peran yang lebih dalam, kini diyakini akan tetap menempati posisi gelandang kiri, sebuah peran yang diembannya dengan apik kala Ancelotti mengusung 4-4-2.

Ini mengindikasikan bahwa Alonso mungkin melihat potensi terbaik Bellingham dalam kebebasan yang ditawarkan posisi tersebut, daripada memaksanya beradaptasi dengan peran yang belum pernah ia jalani.


Teka-teki Bellingham dan Lini Tengah

Pada menit ke-56, Jude Bellingham menambah keunggulan Real Madrid atas Brest. (Damien MEYER/AFP)

Jika 4-4-2 menjadi pilihan, maka komposisi lini belakang dan tengah Real Madrid akan mengalami penyesuaian. Nama-nama seperti Antonio Rudiger dan Raul Asencio/Dean Huijsen diprediksi akan mengisi pos bek tengah.

Di lini tengah, duet Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni akan menjadi tumpuan utama, dengan Arda Guler atau bahkan Rodrygo mengisi sisi kanan. Kehadiran Kylian Mbappe dan Vinicius Junior di lini serang akan memastikan ketajaman di depan, mirip dengan skema musim ini.

Namun, menggeser Bellingham dari peran sentralnya di lini tengah bukanlah tugas mudah. Musim ini, performa Bellingham memang naik-turun, bahkan dikabarkan membuat para petinggi Madrid kurang terkesan.

Mengembalikan Bellingham ke level terbaiknya adalah salah satu pekerjaan rumah terbesar bagi Alonso. Mampukah Alonso menemukan formula yang tepat untuk memaksimalkan potensi Bellingham dalam skema yang berbeda, atau justru perubahan ini akan memperumit adaptasi sang bintang?

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya