Israel Klaim Izinkan Bantuan Masuk ke Gaza, PBB: Belum Ada yang Didistribusikan

PBB menggarisbawahi bahwa bantuan yang diizinkan masuk oleh Israel sangat sedikit.

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 21 Mei 2025, 08:53 WIB
Truk-truk yang membawa bantuan menunggu untuk memasuki Jalur Gaza dari penyeberangan Kerem Shalom, Israel, pada 20 Mei 2025. (Jack GUEZ/AFP)

Liputan6.com, Gaza - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengonfirmasi bahwa belum ada bantuan yang dibagikan di Gaza sejak blokade Israel dimulai pada 2 Maret.

Pejabat Israel mengklaim 93 truk telah memasuki Gaza pada Selasa (20/5/2025), membawa bantuan termasuk tepung, makanan bayi, peralatan medis, dan obat-obatan. Namun, PBB menyatakan sekalipun truk-truk tersebut telah mencapai sisi Palestina dari perlintasan Kerem Shalom, belum ada bantuan yang didistribusikan sejauh ini.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric seperti dilansir BBC menuturkan bahwa sebuah tim telah menunggu selama beberapa jam agar Israel memberi akses, "Sayangnya, mereka tidak dapat membawa pasokan tersebut ke dalam gudang kami."

Israel pada Minggu (18/5), mengaku setuju untuk mengizinkan "pasokan makanan dasar" masuk ke Gaza, saat para ahli global memperingatkan tentang ancaman bencana kelaparan.

Israel Memperumit Distribusi Bantuan

Kantor Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan sedikitnya 2,1 juta orang di Jalur Gaza terancam kelaparan. (Bashar TALEB/AFP)

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio pada Selasa menyambut baik keputusan Israel untuk mengizinkan sebagian bantuan masuk ke Gaza.

"Kami senang melihat bahwa bantuan mulai kembali mengalir," ujar Rubio kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS.

Menanggapi seorang anggota Partai Demokrat yang mengatakan jumlah truk bantuan yang diizinkan masuk terlalu sedikit, Rubio menjawab, "Saya memahami pendapat Anda bahwa jumlahnya belum cukup, namun kami senang melihat keputusan itu telah diambil."

Dujarric menuturkan operasi bantuan menjadi rumit karena Israel mewajibkan PBB untuk menurunkan pasokan di sisi Palestina dari perlintasan Kerem Shalom dan memuatnya kembali secara terpisah setelah mereka mengamankan akses bagi tim PBB dari dalam Gaza.

Dia menambahkan bahwa kedatangan pasokan tersebut adalah perkembangan yang positif, namun menggambarkannya sebagai "setetes air di lautan dari kebutuhan yang ada".

Badan-badan PBB memperkirakan sebanyak 600 truk per hari dibutuhkan untuk mulai mengatasi krisis kemanusiaan kronis di Gaza.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya