Pebasket Asing Selundupkan Narkoba di Tangerang, DPR Minta Lalu Lintas WNA Diawasi Ketat

Anggota Komisi I DPR RI Farah Puteri Nahlia mengapresiasi penangkapan pebasket asing untuk klub Tangerang Hawks, Jarred Shaw dalam kasus penyelundupan narkoba berupa sabu bentuk permen. Dia pun meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap lalu lintas WNA yang masuk ke Indonesia.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 21 Mei 2025, 04:20 WIB
Anggota Komisi I DPR Farah Puteri Nahlia. (Ist).

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Farah Puteri Nahlia mengecam keras aksi Warga Negara Asing (WNA) dalam kasus narkotika di Indonesia.

Hal itu disampaikan, buntut kasus viral dugaan penyelundupan narkoba oleh seorang pebasket asing asal klub Tangerang Hawks.

“Saya mengutuk keras praktik penyalahgunaan narkoba, terlebih jika dilakukan oleh WNA yang justru mendapat kepercayaan dari institusi olahraga nasional. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi bentuk penghinaan terhadap kedaulatan dan martabat bangsa,” kata Farah seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (20/5/2025) malam.

Farah pun khawatir, Indonesia ternyata bukan hanya pasar, tapi juga bagian dari jalur perdagangan narkoba internasional.

“Ini bukan kasus biasa. Kita harus memandang ini sebagai isu keamanan nasional. Jalur-jalur peredaran narkoba lintas negara harus segera diputus," ucap anggota Komisi I DPR ini.

 

Awasi Ketat WNA yang Masuk Indonesia

Ilustrasi - Imigrasi Bandara Soekarno Hatta mendeportasi 12 WN Srilanka. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Farah pun meminta aparat hukum terkait untuk memperketat keamanan perbatasan dan pengawasan terhadap WNA yang masuk ke Indonesia, tak terkecuali bagi mereka yang berkepentingan untuk bekerja.

"Mereka juga perlu diperketat,” ujar legislator muda ini.

Dia mengapresiasi kerja cepat aparat penegak hukum yang telah melakukan tindakan awal terhadap kasus ini. Ia mendorong agar proses hukum dijalankan secara terbuka, profesional, dan tanpa kompromi, serta memastikan pelaku, baik lokal maupun asing dihukum setimpal.

“Saya minta aparat tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku. Perlu ditelusuri lebih jauh jaringan di baliknya, termasuk kemungkinan adanya kartel internasional yang menyusup lewat jalur olahraga dan hiburan,” dorong Farah.

Farah mewanti masyarakat untuk tidak menormalisasi gaya hidup yang dekat dengan narkoba, apalagi jika diperlihatkan oleh figur publik di media sosial.

“Indonesia sedang darurat narkoba. Anak-anak muda kita tidak boleh dicekoki konten glamor yang sebenarnya penuh kehancuran. Mari bersatu, kita jaga masa depan bangsa dari racun ini,” dia menandasi.

    

Polisi dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Narkoba Bentuk Permen

Polres Bandara Soekarno Hatta dan Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, mengagalkan percobaan penyelundulan narkoba jenis ganja berbentuk permen, melalui kargo setempat. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati).

Sebelumnya diberitakan, Polres Bandara Soekarno Hatta dan Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, mengagalkan percobaan penyelundulan narkoba jenis ganja berbentuk permen, melalui kargo setempat.

Narkoba menyerupai permen tersebut awalnya dikirim dari Thailand ke Indonesia dengan menggunakan jasa pengiriman kargo. Sedikitnya, ada 20 bungkus kemasan, yang masing-masing berisi sekitar 10 buah permen.

"Ada 20 bungkus permen dan dengan teknik penyelidikan kami serta Bea Cukai Bandara Soetta, nyatanya permen itu merupakan narkotika golongan 1 atau ganja dengan berat 869 gram," ungkap Wakapolres Bandara Soetta, AKBP Joko Sulistiono, Rabu (14/5/2025).

Dari temuan petugas Bea dan Cukai tersebut, yang kemudian diteruskan ke Polres Bandara Soekarno Hatta, tim langsung menyusuri pelaku pemesanan. Terdapat sebuah nama pemesan berinisial JDS, yang ternyata berprofesi sebagai atlet basket di Indonesia.

"Kita amankan di salah satu apartemen daerah BSD. Kemudian, kami lakukan pendalaman yang ternyata betul barang itu dipesan oleh dia untuk dicoba diedarkan di Indonesia, pertama kalinya ganja berbetuk permen," ujar Waka Polres.

 

Pebasket Asing Jarred Shaw Ditangkap

Pebasket asing Tangerang Hakws di Indonesia Basketball League (IBL), Jarred Dwayne Shaw, ditangkap Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, karena kasus narkoba. (Bola.com/Dok.Instagram Jarred Dwayne Shaw).

Selain memang ada dugaan akan diedarkan lagi untuk memperoleh keuntungan materi, ternyata JDS adalah pemakai narkoba jenis ganja. Sehingga dia akan mencobanya sendiri.

"Dia ini juga pengguna, dia pernah tinggal di Thailand, dan seperti kita tahu, di negara tersebut untuk barang ini dilegalkan. Terlebih juga dia pernah tinggal di Amerika, sehingga melihat kondisi di Indonesia membuat dia mencoba untuk mengedarkan ganja ini, yang mana sasaran dia adalah teman-teman sesama atletnya," paparnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bandara Soetta, AKP Michael Tandayu menambahkan, sebelum berhasil diedarkan, narkotika itu pun berhasil dicegah oleh petugas gabungan. Sehingga, tidak jadi untuk diperjualbelikan kepada rekan seprofesinya.

"Masih mencoba, jadi kalau berhasil, baru dia (pelaku) pesan lagi. Dia juga tidak tahu mau dijual berapa, cuma dia beli dari Thailand itu seharga 400 dollar. Dia beli pun dari teman perempuannya di Thailand, yang memang tahu soal jalur narkotika di Thailand," katanya.

Infografis Memburu Gembong Narkoba Internasional Fredy Pratama. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya