Liputan6.com, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah membuka lembaran baru dalam sejarah politiknya. Mereka secara resmi memulai proses pencarian ketua umum (Ketum) baru dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. PSI kini menyelenggarakan Pemilu Raya yang terbuka dan melibatkan seluruh kader partai.
Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, menjelaskan bahwa Pemilu Raya ini akan menjadi sejarah baru bagi PSI.
Advertisement
"Ini akan menjadi sejarah politik baru buat PSI. Kami anggap ini adalah sesuatu yang baik, sesuatu yang sebetulnya sedang menjadi tren juga di banyak tempat di dunia, terutama di antara partai-partai politik yang banyak diisi oleh anak-anak muda," ujarnya.
Keunikan dari Pemilu Raya PSI adalah partisipasi seluruh kader, tanpa memandang posisi atau jabatan. Tidak ada lagi sekat antara elite dan akar rumput, semua memiliki hak suara yang sama. Sistem one man one vote akan diterapkan menggunakan platform e-vote atau electronic vote.
PSI beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam proses demokrasi internalnya. "Kami beradaptasi, sistem pemilihannya akan berlangsung menggunakan platform e-vote," tambah Andy.
Pendaftaran Bakal Calon Ketua Umum PSI
Proses pendaftaran bakal calon ketua umum PSI telah dibuka sejak 13 Mei dan akan berlangsung hingga 18 Juni 2025. Masa pendaftaran ini menjadi kesempatan bagi para kandidat untuk melakukan lobi dan mendapatkan dukungan dari berbagai Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
Andy Budiman menjelaskan bahwa terdapat syarat minimal dukungan yang harus dipenuhi oleh setiap kandidat.
"Kita baru dibuka pendaftaran, ini masa di mana kandidat melobi DPW DPD, karena syarat mendaftar minimal mendapat dukungan 5 DPW dan 20 DPD. Proses masih berlangsung. Kita lihat saja masih ada waktu," katanya saat dikonfirmasi, Senin (19/5/2025).
Syarat dukungan ini menjadi penting karena menunjukkan sejauh mana seorang kandidat memiliki jaringan dan dukungan yang kuat di internal partai. Hal ini juga menjadi indikator potensi kandidat untuk memimpin dan membawa perubahan positif bagi PSI.
Verifikasi dan Pengumuman Kandidat
Setelah masa pendaftaran berakhir, Komite Kongres PSI akan melakukan verifikasi terhadap berkas persyaratan yang diajukan oleh para bakal calon. Proses verifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua kandidat memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh partai.
Selain kelengkapan dokumen administrasi, terdapat pula syarat politik yang harus dipenuhi. "Ya seleksi bukan hanya administrasi saja, tapi syarat politik juga syarat dukungan itu politis bukan hanya sekadar surat," jelas Andy. Syarat politik ini berupa surat dukungan dari DPW dan DPD yang telah diverifikasi.
Setelah proses verifikasi selesai, Komite Kongres PSI akan mengumumkan nama-nama bakal calon ketua umum yang memenuhi syarat untuk mengikuti Pemilu Raya. Pengumuman ini dijadwalkan pada 18 Juni 2025 setelah semua berkas diverifikasi secara seksama.
Kampanye dan E-Voting
Para calon ketua umum yang lolos verifikasi akan memasuki tahap kampanye. Pada tahap ini, mereka akan menyampaikan visi, misi, dan program kerja mereka kepada seluruh kader PSI.
Kampanye ini menjadi kesempatan bagi para kandidat untuk meyakinkan para pemilih bahwa mereka adalah yang terbaik untuk memimpin partai.
Setelah masa kampanye selesai, akan dilakukan pemungutan suara melalui sistem e-voting. Proses e-voting ini akan berlangsung selama satu minggu, mulai dari 12 hingga 19 Juli 2025. Seluruh kader PSI dapat memberikan suara mereka secara online melalui platform yang telah disediakan.
Hasil Pemilu Raya akan diumumkan pada Kongres PSI yang akan diselenggarakan pada 19 Juli 2025 di Solo, Jawa Tengah. "E-voting 12-19 Juli nanti 19 Juli diumumkan siapa pemenangnya di Kongres Solo," pungkas Andy.
Kongres ini akan menjadi momen penting bagi PSI untuk menentukan arah dan kepemimpinan partai ke depan.