Liputan6.com, Tuban - Penantian umat Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban, untuk punya pengurus baru mulai ada secercah harapan. Pasalnya, mereka bakal menggelar pemilihan pengurus dan penilik yang baru setelah vakum sejak tahun 2013 silam
Kekosongan pengurus selama 12 tahun lebih ini dipicu konflik internal yang tak kunjung reda. Kabar adanya pemilihan pengurus di bulan ini disambut baik oleh umat kelenteng terbesar se-Asia Tenggara itu.
Advertisement
"Rencana pemilihan pengurus penilik kelenteng Kwan Sing Bio Tuban pada hari Minggu tanggal 8 Juni 2025. Jam 08.00 sampai selesai," ungkap Go Tjong Ping, Mantan Ketua Umum TITD Kwan Sing Bio Tuban, Senin (2/6/2025).
Pihaknya mengaku umat begitu semangat, dan telah melakukan berbagai persiapan untuk mensukseskan kegiatan tersebut. Mulai, membuat surat undangan dan membuka pendaftaran bagi calon pengurus yang baru.
"Mohon doanya untuk warga kelenteng se-Indonesia," tambah Go Tjong Ping, Anggota DPRD Provinsi Jatim periode 2019-2024 itu.
Selama ini pengelolaan kelenteng diserahkan kepada 3 tokoh konglomerat Jatim dan Nasional. Ketiga tokoh Tionghoa itu adalah Welly Afandi pengusaha asal Surabaya, Lim Markus Maspion Group, dan Soedomo Mergonoto Owner Kopi Kapal Api.
Kekuasaan itu diberikan kepada tiga tokoh tersebut lantaran mereka telah berjasa dalam mengurai kemelut kepengurusan kelenteng. Harapannya keberadaan kelenteng nantinya bisa kembali di kelolaan orang Tuban sendiri setelah adanya pemilihan pengurus baru.
"Kelentang Kwan Sing Bio Tjoe Ling Kiong Tuban akan kembali ke orang Tuban lagi," ungkap Go Tjong Ping.
Ia mengaku pada minggu kemarin telah digelar acara tatap muka dengan umat kelenteng di salah satu rumah makan untuk pembenahan agar lebih berkembang dan maju lagi. Termasuk, salah satu jalan untuk mengakhiri polemik yang ada di TITD Kwan Sing Bio Tuban ini lewat pemilihan pengurus yang baru.
"Kekuatan umat sudah tidak bisa di bendung dengan ditakut-takuti," jelas Go Tjong Ping.
Go Tjong Ping menilai bahwa TITD Kwan Sing Bio Tuban ini akan bangkit kembali. Sebab, ada pengurus lama yang mundur, tapi muncul generasi muda yang siap untuk mengemban amanah dalam mengelola kemajuan kelenteng.
“Kwan Sing Bio Tuban akan bangkit menjadi raksasa kembali,” tegas Go Tjong Ping.
Sebatas diketahui, ratusan umat Kelenteng Tuban sudah pernah menyalurkan suaranya pada pemilihan pengurus tahun 2013 silam. Saat itu terpilih 5 anggota penilik dan 15 anggota pengurus, tetapi di tengah jalan muncul polemik sehingga pengurus terpilih belum dilantik.
Polemik tersebut memunculkan dua kubu yang saling bersitegang antara gerbong Alim Sugiantoro, dan Tio Eng Bo alias Mardjojo yang dipimpin Go Tjong Ping. Perbedaan dua kelompok itu sulit disatukan bagai air dan minyak.
Bahkan, dua kubu itu juga pernah saling lapor ke pihak penegak hukum hingga persoalannya naik ke meja hijau persidangan. Termasuk, polemik mereka berimbas pada penggembokan gerbang pintu masuk kelenteng pada tahun 2020 silam.