Mardiono Tak Masalah Calon Eksternal Maju Bursa Calon Ketum PPP

Menurut Mardiono, pihaknya juga tidak menutup pintu apakah calon ketum dari internal atau eksternal.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 15 Mei 2025, 14:26 WIB
Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono menyatakan siapa pun diperbolehkan maju ke bursa calon ketua umum PPP pada Muktamar yang akan digelar Agustus mendatang.

“Siapa pun yang nyalon sah-sah saja, tidak ada persoalan,” kata Mardiono saat dikonfirmasi, Kamis (15/5/2025).

Menurut Mardiono, pihaknya juga tidak menutup pintu apakah calon ketum dari internal atau eksternal.

“Termasuk internal, eksternal siapapun yang akan bergabung ke PPP dengan senang hati. Tentu semua ada mekanismenya,” ujarnya.

 

PPP Buka Diri

Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Muhammad Romahurmuziy atau Rommy menyatakan, PPP harus membuka diri terhadap tokoh eksternal dalam bursa calon ketua umum (ketum) PPP pada muktamar mendatang.

“PPP harus fleksibel. Di samping internal, PPP harus membuka diri untuk sourcing Caketum dari luar partai. Tidak perlu kaku memegangi AD/ART yang mensyaratkan Caketum harus pernah duduk 1 periode kepengurusan sebagai Pengurus Harian DPP atau Ketua Majelis. Karena AD/ART itu bukan kitab suci,” kata Rommy saat dikonfirmasi, Kamis (15/5/2025).

Rommy menyatakan dirinya mendorong wajah baru dan bukan orang internal untuk menjadi Ketum.

"Saya sendiri lebih memilih untuk mendorong wajah baru untuk memimpin partai. Karena PPP butuh energi baru. Energi besar. Bukan untuk berjalan. Tapi untuk melompat," kata Rommy.

 

8 Nama

Rommy menyebut terdapat 8 nama yang muncul, tiga dari internal yakni Sandiaga Uno, Arwani Thomafi dan Tak Yasin. Sementara lima dari eksternal.

“Dari Eksternal: Gus Ipul, Dudung Abdul Rahman, Amran Sulaiman, Marzuki Alie, dan Agus Suparmanto. Nama yang muncul tingkat agresivitasnya berbeda. Ada yang sudah sosialisasi. Ada yang baru sowan para sesepuh ulama. Ada yang sudah konsolidasi. Ada yang sudah niat, kemudian ngerem,” pungkasnya.

Pemerintah telah menetapkan 5 Destinasi Super Prioritas, antara lain Borobudur, Likupang, Danau Toba, Mandalika, dan Labuan Bajo. (Dok: Tim Grafis/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya