Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Sedang pada Kamis Pagi 15 Mei 2025

Untuk itu kelompok sensitif sebaiknya mengurangi aktivitas diluar rumah atau menggunakan masker jika harus bepergian. Kemudian tutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.

oleh Nila Chrisna YulikaDiperbarui 15 Mei 2025, 08:51 WIB
Pria main skateboard saat cuaca cerah di Jakarta, Selasa (1/12/2020). Kota Jakarta dengan langit biru menambah keindahan hutan beton. BMKG bahwa kualitas udara Jakarta jadi baik dalam dua minggu ini, Jakarta mengalami hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Kualitas udara Jakarta pada hari ini, Kamis (15/5/2025) pada pukul 09.00 WIB masuk dalam kategori sedang. Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) di Jakarta 91 dan polusi udara Kota Jakarta di angka PM2.5 atau partikel halus (≤ 2,5 µm).

PM2.5 merupakan partikel yang mengambang di udara dengan ukuran diameter 2,5 mikrometer atau kurang. Ukuran PM2.5 sangat kecil sehingga dapat diserap ke dalam aliran darah saat bernapas. Karena alasan ini, biasanya polutan ini menimbulkan ancaman kesehatan terbesar.

Untuk itu kelompok sensitif sebaiknya mengurangi aktivitas diluar rumah atau menggunakan masker jika harus bepergian. Kemudian tutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor. 

Sementara kota yang mengelilingi Jakarta, yaitu Depok memiliki kualitas udara yang tidak sehat bagi kelompok sensitif. Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) di Depok 129 dan polusi udara Kota Depok di angka PM2.5.

Sementara di Tangerang memiliki kualitas udara sedang. Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) di Tangerang 85. 

Pemprov Jakarta Ajak Warga Jalan Kaki 7.500 Langkah per Hari

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memecahkan Rekor MURI untuk kategori 'Jalan Kaki 7.500 Langkah per Hari oleh ASN Terbanyak'.

Adapun gerakan jalan kaki 7.500 langkah per hari ini merupakan kampanye untuk membiasakan jalan kaki demi kesehatan masyarakat serta membantu membuat udara Jakarta menjadi lebih bersih.

Gerakan jalan kaki 7.500 langkah per hari tersebut berlangsung di puncak acara Jakarta Berjaga (Bergerak, Bekerja, Berolahraga dan Bahagia) sekaligus Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dihelat di parkiran selatan kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (9/6/2024).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto menyebut, kegiatan ini bisa menjadi momentum bagi warga Jakarta untuk mengubah kebiasaan dari menggunakan kendaraan bermotor pribadi, menjadi berjalan kaki atau menggunakan transportasi publik.

Jaga Kesehatan Diri Sendiri

"Dengan lebih banyak berjalan kaki, kita tidak hanya menjaga kesehatan kita sendiri, tetapi juga membantu menjaga lingkungan kita. Ini adalah langkah kecil yang memiliki dampak besar," kata Asep dalam keterangan tertulis, diterima Minggu (9/6/2024).

Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta Ani Ruspitawari menyampaikan, rangkaian kegiatan Jakarta Berjaga telah dimulai sejak 28 April 2024.

INFOGRAFIS JOURNAL_ Eksploitasi Alam dan Polusi Udara Berdampak pada Krisis Iklim? (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya