Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Rabu pagi, 14 Mei 2025. Rupiah terapresiasi sebesar 45 poin atau 0,27 persen ke posisi 16.582 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 16.627 per dolar AS. Harga dolar hari ini menjadi sinyal positif di tengah ketidakpastian global, menunjukkan bahwa investor merespons positif perkembangan data ekonomi Amerika Serikat yang melemah.
Dikutip dari ANTARA, Rabu (14/5/2025), selain faktor eksternal, penguatan rupiah juga ditopang oleh antisipasi pelaku pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia yang tetap menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan global.
Advertisement
Dolar AS Melemah Usai Rilis Data Inflasi
Pelemahan dolar AS menjadi salah satu faktor utama penguatan rupiah hari ini. Indeks dolar AS (DXY), yang mencerminkan kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, turun ke level 101,50 pada Selasa, 13 Mei 2025.
Penurunan ini terjadi setelah rilis data inflasi konsumen (CPI) AS untuk bulan April yang menunjukkan angka lebih rendah dari perkiraan pasar. Inflasi bulanan hanya naik 0,2 persen, sementara secara tahunan tercatat 2,3 persen.
Inflasi inti tetap stabil di 2,8 persen. Angka ini memicu spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera memangkas suku bunga, mendorong pelemahan dolar AS di pasar global.
Ketidakpastian Kebijakan Trump Jadi Sentimen Pasar
Selain data inflasi, pasar juga dibayangi oleh ketidakpastian kebijakan ekonomi dari Presiden AS Donald Trump. Ia tengah mendorong RUU pemotongan pajak senilai USD4 triliun yang disebut-sebut akan menguntungkan kelompok berpenghasilan tinggi.
Namun, belum ada rincian konkret mengenai dampaknya terhadap perekonomian secara luas. Di sisi lain, hubungan dagang antara AS dengan Tiongkok dan Inggris masih belum menunjukkan arah yang jelas.
Faktor-faktor ini menambah tekanan pada dolar AS karena meningkatkan keraguan investor terhadap arah kebijakan ekonomi AS ke depan.
Prediksi
Dengan kombinasi pelemahan dolar AS, prospek dovish dari The Fed, serta ketidakpastian kebijakan fiskal AS, rupiah mendapat ruang untuk menguat pada perdagangan hari ini.
Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan waspada terhadap potensi volatilitas jangka pendek.