Kebocoran Soal ASPD, Dinas Dikpora DIY Temukan Dua Soal Identik

Dari hasil investigasi, ditemukan sebagian besar soal yang beredar adalah soal try out tingkat kabupaten/kota, bukan soal resmi ASPD.

oleh Yanuar HDiterbitkan 15 Mei 2025, 23:00 WIB
Penyegelan tempat penyimpanan soal dilakukan untuk mencegah bocornya soal UN SMP yang akan berlangsung Senin 5 Mei hingga Kamis 8 Mei 2014 (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Yogyakarta - Beberapa waktu terakhir di media sosial dihebohkan dengan informasi dugaan kebocoran soal ASPD atau Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah Literasi Numerik. Kepala Dinas Dikpora DIY, Suhirman mengatakan tim investigasi yang menyelidiki hal tersebut menemukan hasil soal yang beredar adalah soal try out tingkat kabupaten kota bukan soal resmi ASPD.

“Namun memang ditemukan dua soal literasi numerik dalam tangkapan layar yang tersebar melalui aplikasi, yang identik dengan soal resmi ASPD. Meski demikian, kami telah menetapkan kebijakan tidak mengadakan ujian ulang ASPD Literasi Numerik, karena dampak kebocoran sangat terbatas. Dua soal numerasi yang bocor kami anggap sebagai soal bonus bagi seluruh peserta ASPD DIY. Ini kami lakukan untuk menghargai siswa-siswa yang sudah belajar dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya dalam jumpa pers di Kantor Dinas Dikpora DIY, Jumat (9/5/2025).

Lebih lanjut Suhirman mengatakan, tim investigas sudah melakukan tugasnya dan sudah mengklarifikasi kasus ini kepada Kepala Sekolah dan guru penulis soal di SMP Negeri 10 Yogyakarta. Namun hasilnya, guru tersebut tidak mengetahui soal yang bocor dan hanya membuat soal latihan berdasarkan kisi-kisi ASPD. “Tim juga melakukan klarifikasi dengan siswa SMP Negeri 10 Yogyakarta yang sempat viral. Hasilnya, siswa tersebut tidak terlibat penyebaran soal. Klarifikasi lebih lanjut dilakukan dengan kepala sekolah dan guru dari salah satu SMP di DIY, yang kemudian mengaku mengunduh file Virtual Hard Disk tanpa sepengetahuan kepala sekolah,” imbuhnya. 

Suhirman menjelaskan kebocoran soal ASPD Jogja ini, guru bersangkutan berhasil membuka file dengan teknik khusus yang membutuhkan kemampuan teknologi informasi. Ia kemudian mengambil dua soal dari penyimpanan sementara, dan mengubah format XML menjadi tampilan soal menggunakan perangkat lunak tertentu, kemudian membagikannya kepada siswa dalam sesi latihan tambahan pada 3 Mei 2025 melalui Google Forms.

“Kesimpulannya, tidak terbukti bahwa guru SMP Negeri 10 Yogyakarta membocorkan soal. Hal ini juga diperkuat dengan bukti rata-rata hasil ASPD literasi numerik di SMP Negeri 10 Yogyakarta. Dan siswa SMP Negeri 10 Yogyakarta yang sempat diviralkan sebagai pelaku tidak terbukti terlibat. Justru kebocoran soal berasal dari seorang guru di salah satu SMP di DIY,” tegasnya.

Berkaitan dengan hal ini untuk oknum guru yang mengunduh file soal, tentu akan mendapat tindakan tegas sesuai ketentuan disiplin ASN. Namun Suhirman belum tahu untuk sanksinya akan seperti apa, Disdikpora DIY berkoordinasi dan menyerahkannya kepada dinas pendidikan kabupaten/kota sebagai pihak yang menaungi sekolah-sekolah setingkat SMP.

Suhirman menjelaskan jika Dinas Dikpora DIY berkomitmen penuh untuk memperkuat sistem pengamanan pelaksanaan ASPD di masa mendatang, termasuk memperketat pengelolaan file dan akses data di tingkat sekolah. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya,” katanya. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori mengatakan, dengan isu kebocoran soal ASPD dan tim investigasi DInas Dikpora DIY melakukan tugasnya, ia merasa lega dengan hasil investigasinya. “Hasil tersebut diharapkan mampu membersihkan nama sekolah, guru, maupun siswa SMP Negeri 10 Yogyakarta yang belakangan ini mendapatkan tuduhan-tuduhan,” imbuhnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya