Pekerja memintal benang di sebuah industri rumahan yang ada di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta, Minggu (11/5/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Perkembangan teknologi mendorong kemajuan Industri tekstil di Indonesia. Meski demikian, ada sebuah industri pemintalan benang di wlayah Jakarta Selatan yang masih mempertahankan proses produksi secara tradisional. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Industri pemintalan benang tersebut masih sebagian besar masih mengandalkan tenaga manusia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Rata-rata setiap harinya diproduksi sekitar 100 kilogram benang dari industri pemintalan tradisional ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Hasil produksi dari industri pemintalan benang ini dipasarkan untuk berbagai kebutuhan konveksi hingga bahan bangunan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Berdiri sejak tahun 1970, industri pemintalan benang rumahan mempertahankan produksi yang dilakukan secara manual atau tradisional. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Proses pemintalan di pabrik ini masih melibatkan penggunaan alat-alat yang tradisional untuk mengubah serat menjadi benang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Meski peralatan yang digunakan terlihat sederhana, benang yang dihasilkan atau diproduksi secara manual tetap memiliki kualitas yang mampu bersain di pasaran. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Benang-benang hasil produksi dari industri rumahan ini biasanya akan digunakan untuk berbagai macam keperluan mulai dari konveksi, pembuatan celana jeans, hingga untuk permainan layang-layang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Untuk diketahui, industri tekstil modern sendiri—meskipun maju dengan teknologi—masih mengakui nilai dan keberadaan metode pemintalan benang secara tradisional. (Liputan6.com/Angga Yuniar)