Hardiknas 2025, Prabowo Luncurkan Program Renovasi Sekolah hingga Bantuan Guru Hari Ini

Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan program prioritas pada peringatan Hardiknas 2025, meliputi renovasi 10.440 sekolah, digitalisasi kelas, dan bantuan Rp300.000 per bulan untuk para guru honorer.

oleh Nafiysul QodarDiperbarui 02 Mei 2025, 06:51 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Guru Nasional 2024 di Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan program prioritas saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025. Adapun hari pendidikan nasional diperingati pada hari ini, Jumat 2 Mei 2025.

Peluncuran program prioritas pendidikan tersebut akan dilakukan di sebuah sekolah di Bogor, Jawa Barat. Program ini mencakup renovasi sekolah, digitalisasi pendidikan, dan bantuan untuk guru honorer.

Program renovasi sekolah akan menyasar 10.440 sekolah rusak berat di seluruh Indonesia dengan anggaran Rp 16,9 triliun. Sementara program digitalisasi pendidikan akan menciptakan 'smart classroom' di 15.000 sekolah.

Bantuan untuk guru honorer meliputi bantuan langsung tunai (BLT) Rp300.000 per bulan dan tambahan dana pendidikan bagi yang belum menyelesaikan S1/D4.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan, "Dalam rangka Hardiknas itu launching program prioritas Pak Presiden, pertama adalah untuk launching pembangunan sekolah. Kita rencanakan tahun ini akan dibangun, direnovasi 10.440 sekolah."

Program ini merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

Renovasi Besar-besaran 10.440 Sekolah di Seluruh Indonesia

Presiden Prabowo Subianto kembali meninjau langsung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di sekolah, Senin (10/2/2025). (Biro Pers Kepresidenan).

Pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar Rp 16,9 triliun untuk renovasi 10.440 sekolah di seluruh Indonesia. Renovasi ini akan difokuskan pada sekolah-sekolah yang kondisinya rusak berat dan membutuhkan perbaikan mendesak. Presiden Prabowo akan mencanangkan program ini secara langsung di salah satu sekolah yang akan direnovasi di Bogor.

Target penyelesaian renovasi 10.440 sekolah ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar dengan menyediakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman dan aman bagi siswa.

Dengan adanya renovasi ini, diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Digitalisasi Pendidikan: Menuju Smart Classroom

Presiden Prabowo Subianto kembali meninjau langsung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di sekolah, Senin (10/2/2025). (Biro Pers Kepresidenan).

Selain renovasi sekolah, Presiden Prabowo juga akan meluncurkan program digitalisasi pendidikan. Program ini bertujuan untuk menciptakan smart classroom di 15.000 sekolah di seluruh Indonesia. Detail program ini akan diumumkan lebih lanjut oleh Presiden Prabowo pada acara peluncuran di Hardiknas.

Dengan adanya smart classroom, diharapkan proses belajar mengajar akan lebih efektif dan modern. Siswa akan mendapatkan akses terhadap teknologi dan informasi terkini yang dapat menunjang proses pembelajaran. Program ini merupakan langkah maju dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia di era digital.

Implementasi program smart classroom ini akan didukung dengan pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan. Tujuannya agar mereka dapat memanfaatkan teknologi dengan optimal dalam proses pembelajaran.

BLT dan Beasiswa untuk Guru Honorer

Sejumlah Guru honorer Kategori 2 ( HK2 ) berkumpul di depan gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (23/7). Forum Honorer K2 tersebut berdatangan dari seluruh pelosok Indonesia untuk menyuarakan aspirasinya. (Liputan6.com/JohanTallo)

Presiden Prabowo juga akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada guru honorer. Besaran bantuan yang akan diberikan adalah Rp 300.000 per bulan untuk guru honorer yang belum diangkat menjadi PNS atau PPPK. Selain itu, guru honorer yang belum menyelesaikan pendidikan S1 atau D4 akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp3 juta per semester.

"Presiden juga memberikan bantuan dana pendidikan untuk guru yang belum menyelesaikan pendidikan tingkat Sarjana atau setara D4 sebesar Rp 3 juta per semester," jelas Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan memotivasi mereka untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Bantuan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas dedikasi dan kerja keras guru honorer dalam mencerdaskan anak bangsa. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan guru honorer dapat lebih fokus pada tugas mengajar tanpa harus memikirkan masalah ekonomi yang mungkin menghambat.

Penyaluran BLT dan bantuan dana pendidikan bagi guru honorer akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah akan memastikan penyaluran bantuan ini tepat sasaran dan transparan.

Infografis Gibran Minta Menteri Pendidikan Hapus Penerimaan Siswa Sistem Zonasi. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya