Top 3 News: Prabowo Heran Ada Demo Dukung Koruptor di Indonesia

Presiden Prabowo Subianto mengaku heran ada aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang mendukung koruptor di Indonesia. Itulah top 3 news hari ini.

oleh Devira PrastiwiDelvira HutabaratMuhammad Radityo PriyasmoroLizsa EgehamDiterbitkan 02 Mei 2025, 08:30 WIB
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo memberi kemeja yang biasa dikenakannya untuk peserta aksi perayaan Hari Buruh Internasional 2025 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (1/5/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengaku heran ada aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang mendukung koruptor di Indonesia. Itulah top 3 news hari ini.

Dia mengingatkan masyarakat agar tak menjadi demonstran bayaran, apalagi untuk mendukung koruptor. Hal ini disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato Hari Buruh Internasional di Monas Jakarta, Kamis 1 Mei 2025.

Prabowo juga menegaskan komitmennya memberantas korupsi. Prabowo menyatakan dukungan agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset disahkan untuk menghilangkan korupsi di Indonesia.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan, kedatangan Presiden Prabowo Subianto pada perayaan May Day hari ini akan menjadi momen bersejarah.

Menurutnya, ini merupakan kedua kalinya seorang Presiden Indonesia menghadiri perayaan May Day setelah Presiden Sukarno. Menurut Said, kebijakan Prabowo dari Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga tiga juta rumah bukti kepala negara berpihak pada rakyat.

Said mengklaim acara di Monas hari ini terdiri dari 200 ribu buruh dari berbagai konfederasi, bukan hanya dari 4 serikat saja.

Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Langkat secara terbuka menyuarakan keresahan masyarakat atas maraknya aksi premanisme yang masih berkeliaran di wilayahnya.

Hal ini ditunjukkan melalui pemasangan spanduk di salah satu kawasan permukiman warga yang menyampaikan seruan langsung kepada Kapolri.

Ketua Umum Himpunan mahasiswa Islam (HMI) cabang Langkat, Alfi Syahrin menyatakan, seruan itu menjadi bentuk desakan dari HMI agar Kapolri segera mengambil langkah tegas menumpas aksi-aksi preman yang selama ini dianggap meresahkan.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Senin 1 Mei 2025:

1. Prabowo Heran Ada Demo Dukung Koruptor di Indonesia

Presiden Prabowo juga terlihat sempat melempar topi yang dikenakannya kepada peserta aksi perayaan Hari Buruh Internasional 2025 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (1/5/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Presiden Prabowo Subianto mengaku heran ada aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang mendukung koruptor di Indonesia. Dia mengingatkan masyarakat agar tak menjadi demonstran bayaran, apalagi untuk mendukung koruptor.

"Nanti lu dikasih duit, lu demo untuk koruptor? Hah? Bener ya? Awas loh. Gue heran di Indonesia ada demo mendukung koruptor. Gue heran," kata Prabowo saat Hari Buruh Internasional di Monas Jakarta, Kamis 1 Mei 2025.

Dia juga menegaskan komitmennya memberantas korupsi. Prabowo menyatakan dukungan agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset disahkan untuk menghilangkan korupsi di Indonesia.

"Dalam rangka juga pemberantasan korupsi, saya mendukung UU Perampasan Aset saya mendukung," ucap Prabowo.

 

Selengkapnya...

2. Said Iqbal: Momen Bersejarah, Baru Prabowo yang Mau Datangi May Day Setelah Bung Karno

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal saat Peringatan Hari Buruh Internasional, Kamis (1/5/2025). (Foto: tangkapan layar/Youtube Sekretariat Presiden)

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan, kedatangan Presiden Prabowo Subianto pada perayaan May Day hari ini akan menjadi momen bersejarah. 

Menurutnya, ini merupakan kedua kalinya seorang Presiden Indonesia menghadiri perayaan May Day setelah Presiden Sukarno.

"Ini adalah sejarah yang kedua setelah Bung Karno. Hanya Bapak Presiden Prabowo Subianto setelah Bung Karno yang mau mendatangi May Day," kata Said pada wartawan dikutip Kamis 1 Mei 2025.

Menurut Said, kebijakan Prabowo dari Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga tiga juta rumah bukti Prabowo berpihak pada rakyat. 

 

Selengkapnya...

3. HMI Langkat Minta Polri Berantas Premanisme

Kamis (3/7/14), puluhan anggota polri saat apel kesiapan kepolisian dalam mempersiapkan Operasi Ketupat 2014 di Jakarta. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Langkat secara terbuka menyuarakan keresahan masyarakat atas maraknya aksi premanisme yang masih berkeliaran di wilayahnya.

Hal ini ditunjukkan melalui pemasangan spanduk di salah satu kawasan permukiman warga yang menyampaikan seruan langsung kepada Kapolri.

"Pak Kapolri tolong kampung kami dan Kapolres Langkat, kampung kami masih banyak premanisme berkeliaran," tulis seruan tersebut melalui spanduknya.

Ketua Umum Himpunan mahasiswa Islam (HMI) cabang Langkat, Alfi Syahrin menyatakan, seruan itu menjadi bentuk desakan dari HMI agar Kapolri segera mengambil langkah tegas menumpas aksi-aksi preman yang selama ini dianggap meresahkan.

 

Selengkapnya...

Infografis Kilas Balik Pemisahan Polri-TNI hingga Lahirnya UU Polri (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya