IHSG Dibuka Perkasa Hari Ini, Cek Rekomendasi Sahamnya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi dibuka menguat 6,39 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.755,46.

oleh Septian DenyDiperbarui 30 April 2025, 09:23 WIB
Pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 7,9% ke level 5.996,14. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi dibuka menguat 6,39 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.755,46. Hal ini seperti dikutip dari Antara, Rabu (30/4/202025).

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,44 poin atau 0,06 persen ke posisi 756,75.

IHSG Berpeluang Naik Terbatas

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan naik terbatas pada perdagangan Rabu (30/4/2025). IHSG akan menguji posisi 6.784.

IHSG menguat 0,39% ke posisi 6.749 dan masih didominasi oleh volume pembelian pada perdagangan Selasa, 29 April 2025.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG saat ini sudah berada pada akhir wave (a) dari wave B sehingga penguatan IHSG akan relatif terbatas untuk menguji 6.784. “IHSG akan rawan terkoreksi terlebih dahulu ke rentang 6.333-6.571,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.585,6.373 dan level resistance 6.769,6.877 pada perdagangan Rabu pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 6.640-6.790 pada perdagangan Rabu pekan ini.

Selain itu, PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyampaikan Bank Dunia prediksi rasio utang pemerintah Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akan mencapai 40,1% pada 2025, meningkat dari 39,6%, saat ini.

“Kenaikan ini menunjukkan tren peningkatan utang yang perlu diwaspadai, terutama terkait dengan biaya pinjaman yang lebih tinggi dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi,” demikian seperti dikutip dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas.

 

Rasio Utang Pemerintah

Penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (4/7/2024) menunjukan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, proyeksi Bank Dunia  yang menunjukkan rasio utang pemerintah Indonesia terhadap PDB akan meningkat, ini mencerminkan tantangan yang dihadapi pemerintah dalam mengelola utang.

“Meskipun rasio utang ini masih berada di bawah batas aman yang ditetapkan oleh undang-undang (60% dari PDB), tren peningkatan ini perlu diperhatikan dengan serius. Di mana Proyeksi Bank Dunia yang lebih tinggi dibandingkan dengan target pemerintah (39,15% terhadap PDB) menunjukkan adanya ketidakpastian dalam pengelolaan fiskal,”

PT Pilarmas Sekuritas menilai, hal ini bisa menciptakan kekhawatiran di kalangan investor dan pasar keuangan, yang dapat mempengaruhi stabilitas nilai tukar dan suku bunga. Sehingga proyeksi peningkatan rasio utang pemerintah Indonesia menunjukkan tantangan yang perlu dihadapi dengan hati-hati.

“Meskipun masih berada dalam batas aman, pemerintah harus memastikan bahwa utang digunakan secara produktif dan dikelola dengan baik untuk menghindari risiko yang lebih besar di masa depan,”

PT Pilarmas Investindo Sekuritas menilai,pengelolaan utang yang efektif dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi jika tidak, dapat menimbulkan dampak negatif yang signifikan bagi stabilitas ekonomi dalam negeri khususnya ditengah ketidakpastian yang ada saat ini.

 

Rekomendasi Saham

Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT J Resources Asia Pacific Tbk (PSAB).

Sedangkan PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Co Tbk (ULTJ).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya