Harga CPO Naik, Raksasa Sawit Indonesia Astra Agro Lestari (AALI) Cetak Laba Rp 1,15 Triliun

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar kedua di Indonesia, berhasil membukukan laba bersih Rp 1,15 triliun di tahun 2024.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 29 April 2025, 14:25 WIB
RUPST PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Senin (28/4/2025). (Foto: Astra Agro Lestari)

Liputan6.com, Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), anak perusahaan PT Astra International Tbk, telah membukukan kinerja keuangan yang positif di 2024. Perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar kedua di Indonesia ini berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 1,15 triliun, meningkat 8,67% dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Tingning Sukowignjo menjelaskan, kenaikan harga kelapa sawit telah mendorong pendapatan perusahaan naik 5% yoy menjadi Rp 21,82 triliun dengan laba bersih meningkat 9% dari Rp 1,06 triliun menjadi Rp 1,15 triliun pada tahun 2024. 

“Selain itu, strategi melakukan efisiensi biaya, peningkatan keunggulan operasional, dan inovasi dalam proses produksi yang dijalankan secara konsisten sebagai bagian dari pembenahan berkelanjutan telah membuat Perseroan mampu memetik hasil yang lebih maksimal,” kata Tingning dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (29/4/2025).

Faktor kunci yang mendorong kinerja perusahaan adalah kenaikan harga rata-rata CPO di pasar Rotterdam sebesar 12% menjadi USD 1.084 per ton. Ini berdampak positif pada harga jual CPO Astra Agro, yang meningkat 15,6% menjadi Rp 12.883 per kg.

Sepanjang 2024, 69% penjualan Astra Agro berfokus di pasar domestik untuk mendukung kebijakan Domestic Market Obligation (DMO), sementara sisanya 31% diekspor ke negara-negara seperti China, India, Korea Selatan, dan Pakistan.   

Luas Lahan

Berdiri sejak 3 Oktober 1988 dengan nama PT Suryaraya Cakrawala, perusahaan yang kemudian berganti nama menjadi PT Astra Agro Niaga dan akhirnya PT Astra Agro Lestari Tbk ini, telah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1997.

AALI mengelola perkebunan kelapa sawit seluas 287.604 hektar (data hingga 2020) yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Selain kelapa sawit, AALI sebelumnya juga mengelola perkebunan teh dan kakao di Jawa Tengah.

Keberhasilan AALI tidak terlepas dari strategi bisnis yang terintegrasi, mulai dari perkebunan, pengolahan, hingga perdagangan minyak sawit. Perusahaan ini juga mengoperasikan kilang minyak kelapa sawit dan pabrik pencampuran pupuk, memastikan efisiensi dan kualitas produk yang dihasilkan. AALI juga memiliki program replanting untuk menjaga produktivitas perkebunan kelapa sawitnya.

Kinerja Keuangan dan Posisi Pasar AALI

RUPST PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Senin (28/4/2025). (Foto: Astra Agro Lestari)

Laba bersih AALI yang mencapai Rp 1,15 triliun pada 2024 menunjukkan kinerja keuangan yang sangat baik. Peningkatan pendapatan sebesar Rp 1,07 triliun juga mencerminkan posisi AALI yang kuat di pasar global.

Perusahaan ini memasok Crude Palm Oil (CPO) ke berbagai perusahaan konsumen besar, antara lain Procter & Gamble, Hershey's, Kellogg's, Unilever, Mondelēz, Colgate-Palmolive, PepsiCo, dan Nestlé. Hal ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan AALI.

Sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar kedua di Indonesia, AALI memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 34.383 karyawan tetap (data hingga tahun 2020), memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Komitmen AALI terhadap keberlanjutan juga terlihat dari program replanting yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan kepemilikan saham mayoritas (79,7%) oleh PT Astra International Tbk per 31 Desember 2024, AALI mendapatkan dukungan kuat dari induk perusahaannya. Hal ini memberikan stabilitas dan kekuatan finansial bagi AALI untuk terus berkembang dan berinovasi di industri perkebunan kelapa sawit.

Keberlanjutan

Meskipun informasi mengenai jumlah karyawan dan luas perkebunan merupakan data hingga tahun 2020, kesuksesan AALI dalam meningkatkan laba dan pendapatan di tahun 2024 menunjukkan prospek bisnis yang cerah. Komitmen AALI terhadap keberlanjutan dan praktik perkebunan yang bertanggung jawab akan menjadi kunci keberhasilan perusahaan di masa depan.

Program replanting, misalnya, menunjukkan upaya AALI dalam meningkatkan produktivitas dan menjaga kelestarian lingkungan.

Keberhasilan AALI juga tidak lepas dari dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, pemasok, dan konsumen. Kemitraan strategis dengan perusahaan-perusahaan besar di dunia menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kualitas dan keberlanjutan produk AALI.

Dengan terus berinovasi dan berkomitmen terhadap keberlanjutan, AALI berpotensi untuk terus tumbuh dan menjadi pemimpin di industri perkebunan kelapa sawit global.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya