BSDE Catatkan Pra Penjualan Rp2,43 Triliun pada Kuartal I 2025

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), bagian dari grup properti Sinar Mas Land, mencatatkan kinerja gemilang di tiga bulan pertama tahun 2025. Perusahaan berhasil membukukan pra penjualan sebesar Rp2,43 triliun pada Kuartal I-2025.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 29 April 2025, 10:20 WIB
Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), bagian dari grup properti Sinar Mas Land, mencatatkan kinerja gemilang di tiga bulan pertama tahun 2025. Perusahaan berhasil membukukan pra penjualan sebesar Rp2,43 triliun pada Kuartal I-2025.

Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, menyampaikan, angka tersebut setara dengan 24% dari target tahunan 2025 yang ditetapkan sebesar Rp10 triliun. Ia menambahkan capaian ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang saat itu mencapai Rp2,22 triliun. Kinerja positif ini menjadi sinyal awal yang baik bagi langkah BSDE di tahun ini.

Segmen Hunian Menjadi Kontributor Terbesar

Dari total pra penjualan yang diraih pada Kuartal I 2025, segmen residensial memberikan kontribusi terbesar, mencapai Rp1,28 triliun atau 53% dari total keseluruhan. 

Produk andalan seperti Nava Park, Hiera, dan Armont Residence di BSD City menjadi penopang utama kinerja tersebut. Selain itu, proyek Kaia Yara di Grand Wisata Bekasi dan Richmond di Kota Wisata Cibubur juga berkontribusi positif.

“Capaian ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk-produk BSDE tetap kuat, khususnya di segmen perumahan. Dengan strategi peluncuran produk yang selektif, kampanye promosi yang agresif, dan insentif PPN DTP, kami optimis dapat merealisasikan target tahun ini,” ujar Hermawan dalam keterangan resmi, dikutip Senin (28/4/2025)

 

Pra Penjualan Komersial Juga Tumbuh

Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain sektor hunian, segmen komersial BSDE juga mencatatkan hasil yang kuat, berkontribusi sebesar Rp1,03 triliun atau 42% dari total pra penjualan. Rinciannya terdiri dari penjualan ruko sebesar Rp747 miliar, lot komersial Rp135 miliar, serta unit apartemen senilai Rp149 miliar. Produk-produk baru seperti Nava Park Business Suites dan kompleks komunitas Xlane di BSD City menjadi pendorong pertumbuhan di sektor ini.

Untuk sektor apartemen, pencapaian diperoleh dari proyek-proyek ternama seperti The Elements, Southgate, dan Aerium di Jakarta, serta Akasa dan Upper West di BSD City.

 

BSD City Tetap Jadi Lokomotif Penjualan

Mengutip data RTI, 191 saham melaju di zona hijau dan 417 lainnya berada di zona merah. Sementara ada 188 saham mengalami stagnan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari sisi wilayah, BSD City tetap menjadi tulang punggung utama pra penjualan BSDE, menyumbang sekitar 68% dari total. Kontribusi lainnya berasal dari Nava Park sebesar 20%, Hiera sebesar 5%, Grand Wisata Bekasi 15%, dan Kota Wisata Cibubur sebesar 6%.

BSDE optimistis dapat mencapai target tahunan sebesar Rp10 triliun berkat kombinasi strategi yang solid. Dengan pendekatan peluncuran produk yang selektif, jaringan pemasaran yang luas, serta kampanye “Move in Quickly” yang menawarkan berbagai promo menarik, perusahaan semakin percaya diri. Ditambah lagi dengan dukungan insentif PPN dari pemerintah, momentum positif ini semakin diperkuat.

“Dengan momentum ini, kami akan terus menjaga kepercayaan pasar dan memperkuat posisi sebagai salah satu pengembang kota mandiri terbesar di Indonesia,” tutup Hermawan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya