Cuaca Indonesia Hari Ini Kamis 1 Mei 2025: Mayoritas Pagi hingga Malam Diprakirakan Cerah Berawan

Langit sebagian besar wilayah Indonesia pada Kamis pagi (1/5/2025) diprediksi cerah, cerah berawan, berawan, dan hujan ringan. Wilayah yang turun hujan dengan intensitas ringan yaitu Kupang. Seperti itulah prakiraan cuaca Indonesia hari ini.

oleh Arviola Marchsyalina SyurgandariDiperbarui 01 Mei 2025, 09:27 WIB
Pejalan kaki berjalan saat cuaca cerah di Jakarta, Selasa (1/12/2020). Kota Jakarta dengan langit biru menambah keindahan hutan beton. BMKG bahwa kualitas udara Jakarta jadi baik dalam dua minggu ini, Jakarta mengalami hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Langit sebagian besar wilayah Indonesia pada Kamis pagi (1/5/2025) diprediksi cerah, cerah berawan, berawan, dan hujan ringan. Wilayah yang turun hujan dengan intensitas ringan yaitu Kupang. Seperti itulah prakiraan cuaca Indonesia hari ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, cuaca di sebagian besar kota-kota Indonesia pada siang hari nanti diprakirakan bakal cerah, di antaranya Denpasar, Jakarta Pusat, Bandung, Semarang, Palangkaraya, Bandar Lampung, Kota Jayapura, Manokwari, Makassar, dan Palembang.

Namun tak sedikit kota-kota besar di Indonesia yang diguyur hujan dengan intensitas ringan pada siang nanti, seperti Jambi, Serang, Bengkulu, dan Pekanbaru.

Selanjutnya, malam hari nanti, cuaca Indonesia sebagian besar diprediksi berawan, cerah berawan, cerah, dan turun hujan berintensitas ringan di beberapa wilayah.

Berikut informasi prakiraan cuaca Indonesia selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.id:

 Kota  Pagi  Siang  Malam
 Banda Aceh  Berawan  Berawan  Berawan
 Denpasar  Cerah Berawan  Cerah  Cerah Berawan
 Serang  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Bengkulu  Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Yogyakarta   Cerah  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Jakarta Pusat   Cerah  Cerah  Cerah
 Gorontalo   Berawan  Berawan  Berawan
 Jambi   Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Bandung   Cerah  Cerah  Cerah
 Semarang   Cerah  Cerah  Cerah
 Surabaya   Cerah Berawan  Berawan  Cerah
 Pontianak   Cerah  Berawan  Berawan
 Banjarmasin   Cerah  Berawan  Berawan
 Palangkaraya  Cerah Berawan  Cerah  Cerah
 Samarinda  Berawan  Cerah Berawan  Berawan
 Tarakan   Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Pangkal Pinang  Cerah  Hujan Ringan  Berawan
 Tanjung Pinang   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Bandar Lampung  Cerah  Cerah  Berawan
 Ambon   Cerah  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Ternate   Cerah  Cerah Berawan  Berawan
 Mataram   Cerah  Cerah Berawan  Cerah
 Kupang   Hujan Ringan  Berawan  Berawan
 Kota Jayapura  Cerah  Cerah  Berawan
 Manokwari   Berawan  Cerah  Berawan
 Pekanbaru   Cerah  Hujan Ringan  Berawan
 Mamuju   Berawan  Berawan  Berawan
 Makassar   Cerah  Cerah  Berawan
 Kendari   Cerah Berawan  Berawan  Cerah
 Manado    Cerah Berawan  Berawan  Berawan
 Padang   Cerah  Cerah Berawan  Berawan
 Palembang  Cerah Berawan   Cerah  Hujan Ringan
 Medan   Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan

Personel Gabungan Diterjunkan untuk Surutkan Banjir Rob di Pesisir Jakarta Utara

Gelombang tinggi dan angin kencang menghantam pesisir Jakarta, Kamis (9/1/2020). Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) memetakan kawasan yang rawan diterjang banjir rob selama cuaca ekstrem melanda Jakarta pada 9 hingga 12 Januari 2020. (merdeka.com/Imam Buhori)

Personel gabungan diterjunkan untuk menyurutkan banjir rob yang merendam permukiman warga dan akses jalan di Penjaringan, Jakarta Utara pada Selasa (29/4/2025).

Mereka terdiri dari personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat. 

"Kami menargetkan banjir ini surut dalam waktu cepat," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan di Jakarta, dilansir Antara.

Yohan mengatakan koordinasi telah dilakukan dengan melibatkan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk menyedot genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bekerja sama dengan lurah dan camat setempat.

"Kami juga mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah," kata dia.

BPBD DKI Jakarta juga telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan atau banjir rob di pesisir Jakarta Utara.

"Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam nonstop," kata Yohan.

Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta menyebutkan satu RT di Kelurahan Pluit Penjaringan Jakarta Utara masih terendam banjir rob atau banjir pesisir pada Selasa pagi (29/4/2025).

BPBD juga mengingatkan banjir yang merendam pemukiman warga ini cukup tinggi dengan ketinggian air mencapai 25 sentimeter.

Terdapat satu ruas jalan yang masih terendam banjir rob ada di Jalan Pluit Karang Ayu Barat atau di depan Depan Green Bay Kelurahan Pluit Penjaringan, Jakarta Utara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir atau banjir rob pada 27 April hingga 4 Mei 2025 akibat adanya fenomena super new moon atau fase bulan baru (perigee).

Banjir Rob di Pluit Meluap ke Jalan Diduga Akibat Tembok Galangan Kapal Roboh

Gelombang tinggi dan angin kencang menghantam pesisir Jakarta, Kamis (9/1/2020). Kawasan yang rawan diterjang banjir rob selama cuaca ekstrim melanda Jakarta pada 9 hingga 12 Januari 2020 adalah Muara Angke, Kalibaru, Muara Baru, Cilincing, Marunda dan Pademangan Ancol. (merdeka.com/Imam Buhori)

Banjir rob yang menggenangi jalan di kawasan Pluit diduga diakibatkan oleh robohnya tembok di galangan kapal yang berlokasi di Jalan Mandala Bahari Nomor 16, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

"Tembok yang membatasi antara area galangan kapal dengan jalan, roboh tadi malam," ujar salah satu pekerja galangan kapal di Dermaga Muara Angke, Prayitno, di Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Ia menjelaskan bahwa saat banjir terjadi, tembok tersebut tiba-tiba runtuh, sehingga air laut meluap ke sejumlah ruas jalan, antara lain Jalan Mandala Bahari, area depan Green by Pluit, hingga Jalan Pluit Karang Ayu Barat, Penjaringan.

Menurut dia, robohnya tembok kemungkinan disebabkan oleh kuatnya deburan air laut yang terjadi pada Senin (28/4) malam.

Selain itu, di depan galangan kapal juga tengah dilakukan pembangunan saluran air yang menggunakan alat berat untuk mengeruk tanah hingga menimbulkan getaran yang membuat tembok tidak kuat. Ditambah pondasi yang menjadi penyangga tembok-tembok galangan kapal tersebut juga dianggap kurang kuat.

"Karena kan pembangunan itu pakai (bor) drill bukan pancang. Mungkin karena getar-getar terus dan temboknya cuma di atas tanah, jadinya tidak kuat," ucapnya, dikutip dari Antara.

Menurutnya, hal itu yang membuat tembok tiba-tiba roboh dan membuat air laut tumpah ke jalan. "Tadi malam penuh, air laut ke sini semua, pas lagi pasang," kata dia.

Prayitno menambahkan biasanya saat banjir rob besar di Desember 2024, tembok tersebut masih kokoh sehingga air laut dari galangan kapal pun tidak meluap sampai ke jalan.

Infografis Tips Hadapi Cuaca Ekstrem agar Tetap Selamat. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya