Tak Hanya Menafkahi, Ketahui 5 Peran Utama Ayah dalam Mendidik Anak

Sejatinya, peran ayah tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan nafkah keluarga, tetapi juga mencakup peran penting dalam membentuk karakter, budi pekerti dan menanamkan nilai agama dalam kehidupan anak.

oleh Putry DamayantyDiterbitkan 12 April 2025, 18:30 WIB
quote keluarga islami ©Ilustrasi dibuat AI

Liputan6.com, Jakarta - Peran seorang ayah dalam keluarga sangatlah penting, lebih dari sekadar memberikan nafkah. Seringkali, banyak orang memandang ayah hanya sebagai sosok yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan material keluarga.

Sebagai kepala keluarga dan teladan utama, ayah memiliki peran yang sangat besar dalam pendidikan moral, spiritual, dan sosial anak-anaknya.

Peran ini bukan hanya berkaitan dengan memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi juga dalam pembentukan kepribadian serta menanamkan nilai-nilai Islam.

Rasulullah SAW telah memberi teladan yang jelas mengenai bagaimana peran ayah terhadap anak. Ayah berperan dalam mendidik anak-anaknya agar menjadi pribadi yang sholeh, berbudi pekerti luhur, dan berakhlak mulia.

Mengutip dari laman muslimahdaily.com, berikut ini adalah lima peran utama ayah dalam mendidik anak yang sesuai dengan ajaran Islam, baik dalam aspek duniawi maupun ukhrawi.

 

Saksikan Video Pilihan ini:

1. Memperkuat Kecerdasan

Ilustrasi Keluarga Bahagia Ibu Ayah Anak / Freepik by pressfoto

Partisipasi aktif ayah dalam interaksi dengan anak-anaknya terbukti dapat meningkatkan kecerdasan anak, baik dari segi emosional maupun kognitif. Hal ini membantu anak-anak dalam memecahkan masalah dengan lebih efektif dan mengurangi kemungkinan mereka terlibat dalam aktivitas kriminal pada usia dini.

2. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Dukungan emosional dari ayah dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri anak. Anak-anak akan lebih mampu menangani stres dan tekanan serta akan memiliki sedikit ketakutan atau keraguan dalam menghadapi berbagai situasi yang mereka hadapi. 

3. Menjadi Teladan Pria yang Baik

Hubungan Ayah dan Anak (Foto: Freepik.com)

Ayah harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. Ini akan membentuk perilaku yang positif dan kemampuan pengendalian diri yang baik pada anak, sehingga mereka terhindar dari masalah perilaku. Anak-anak juga akan memiliki kemampuan konsentrasi dan bersosialisasi yang lebih baik serta menjadi individu yang tulus, baik hati, dan berempati terhadap orang lain.

4. Memberikan Perspektif yang Berbeda

Anak-anak sering kali memiliki rasa ingin tahu yang besar. Perbedaan pandangan antara ibu dan ayah dapat membantu anak-anak mengembangkan cara berpikir yang lebih luas. Ini juga memberikan mereka banyak pelajaran hidup yang berharga, sehingga mereka dapat mengatasi masalah dengan lebih baik.

5. Memberikan Kasih Sayang

Peran ayah untuk kecerdasan emosional anak (Foto: Freepik.com)

Memberikan kasih sayang adalah kewajiban setiap orang tua, termasuk ayah. Anak-anak yang menerima kasih sayang dan dukungan yang cukup akan tumbuh dan berkembang dengan bahagia dan sehat, serta terhindar dari masalah perkembangan.

Selain itu, dalam Al-Qur'an banyak ayat yang menjelaskan terhadap peran ayah terhadap anak. Misalnya, dalam QS. Luqman ayat 13 sampai 19 tentang kewajiban dan tanggung jawab ayah terhadap anak.

وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ 

Artinya: "(Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, “Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar.

Ayat ini menceritakan tentang Luqman, seorang ayah yang bijaksana, yang memberikan nasihat kepada anaknya. Luqman mengajarkan kepada anaknya untuk senantiasa bertakwa kepada Allah, berbuat baik kepada kedua orang tua, dan berbuat baik kepada sesama manusia.

Sementara itu, Syekh Ahmad bin Muhammad as-Shawi dalam kitab Hasyiah al-Shawi ala al-Jalalain, mengungkapkan pentingnya peran ayah dalam membentuk budi pekerti anaknya. Ia berkata;  

يَا بُنَيَّ إِنَّ الدُّنْيَا بَحْرٌ عَمِيقٌ يَغْرَقُ فِيهِ نَاسٌ كَثِيرٌ، فَلْتَكُنْ سَفِينَتُكَ فِيهَا تَقْوَى اللَّهِ تَعَالَى، وَحَشْوُهَا الْإِيمَانُ بِاللَّهِ تَعَالَى، وَشِرَاعُهَا التَّوَكُّلُ عَلَى اللَّهِ لَعَلَّكَ تَنْجُو 

Artinya: "Wahai anakku sesungguhnya dunia adalah lautan yang sangat dalam. Banyak manusia terjebak dan tenggelam di dalamnya, maka jadikanlah iman sebagai sampan, takwa kepada Allah sebagai layar agar engkau tak tenggelam dalam gemerlap lautan dunia ini” 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya