Liputan6.com, Jakarta - Meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat mendorong popularitas diet slow aging di kalangan masyarakat Korea Selatan. Diet itu membawa gelombang kebiasaan makan baru dan superfood ke dalam sorotan, salah satu yang naik daun adalah farro.
Farro, dalam bahasa Italia berarti gandum kuno, sering digunakan untuk menggambarkan tiga jenis gandum yang berbeda, yakni einkorn, emmer, dan spelt. Tetapi, farro terutama merujuk pada emmer yang diproduksi dalam jumlah besar di Italia saat ini.
Advertisement
Awalnya dibudidayakan di Mesopotamia kuno dan pernah menjadi makanan pokok bagi tentara Romawi, farro telah mendapatkan perhatian baru karena profil nutrisinya yang mengesankan dan fleksibilitasnya dalam makanan modern. Gandum ini memasuki sorotan di Korea awal tahun ini ketika pembawa acara televisi dan model Hong Jin Kyung memperkenalkannya di saluran YouTube-nya.
Mengutip Korea Times, Rabu, 2 April 2025, dia menunjukkan cara membuat kimbap (gulungan nasi rumput laut) menggunakan nasi yang dicampur dengan farro, mencatat bahwa itu membantunya dalam manajemen berat badan. Popularitas farro semakin meningkat ketika selebritas lain, seperti Han Ga In, Son Tae Young, dan Uhm Jung Hwa, juga berbagi video mereka menikmati gandum itu.
Farro pun menjadi salah satu item makanan yang paling banyak dicari secara online di Korea Selatan. Platform media sosial dibanjiri resep menggunakan gandum ini, dari salad farro hingga hidangan tumis, sementara jaringan belanja rumah dan pengecer bahan makanan sedang menimbun untuk memenuhi permintaan.
Platform pengiriman makanan segar online Market Kurly mengumumkan bahwa volume penjualan farro pada Februari 2025 meningkat 70 persen dibandingkan Desember 2024. Platform lain, SSG.COM, juga melihat pertumbuhan penjualan farro dua digit dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kandungan Nutrisi Farro yang Bagus untuk Diet
Kandungan nutrisi farro membuatnya menonjol sebagai makanan diet. Dengan rasa gurih dan tekstur kenyal, gandum ini mengandung protein dan serat yang lebih tinggi, lebih banyak nutrisi seperti vitamin dan mineral, dan lebih sedikit gluten daripada gandum modern atau gandum olahan lainnya.
Kandungan gula dalam farro adalah 2,4 gram per 100 gram, yakni sekitar sepertiga tingkat gandum Khorasan, yang merupakan salah satu gandum rendah gula yang dikenal luas. Bahkan lebih rendah daripada quinoa (5,3 gram) dan kacang polong (4 gram), memungkinkan gula darah relatif stabil setelah dikonsumsi.
Farro juga merupakan sumber pati resisten yang baik, yang menawarkan rasa kenyang lebih lama dan meningkatkan metabolisme. Kandungan pati resisten dalam 100g farro adalah 1,2 gram, yang hampir dua kali lipat dari nasi putih pada 0,64 gram.
Pati resisten adalah jenis serat yang tidak mudah dipecah oleh enzim pencernaan di usus kecil. Proses ini memungkinkan gula darah naik perlahan, membantu manajemen gula darah serta membantu dalam manajemen berat badan. Farro juga kaya akan serat, mengandung 6,5 gram serat makanan per 100 gram, yang dua atau tiga kali lipat dari pisang (1,8 gram), apel (2,2 gram), dan wortel (3,1 gram).
Apa Itu Diet Slow Aging?
Sementara itu, diet slow aging juga menuai perhatian luas di Korea Selatan. Prinsipnya adalah mengubah kebiasaan makan untuk memperlambat proses penuaan yang melibatkan berbagai faktor, mulai dari mengonsumsi porsi yang tepat dari setiap makanan dan menghindari konsumsi gula sederhana, karbohidrat olahan, dan daging merah.
Diet yang paling populer adalah Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay (MIND), yang disarankan oleh pelopor tren 'penuaan lambat' di Korea, Jung Hee Won, seorang profesor medis dan dokter di departemen kedokteran geriatri di Asan Medical Center di Seoul.
Diet MIND adalah konsep yang menggabungkan diet Mediterania, yang mengonsumsi lebih sedikit makanan olahan dan menyeimbangkan asupan biji-bijian dan protein utuh, dengan diet Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH). Kuncinya adalah menghindari gula sederhana dan biji-bijian olahan sambil secara aktif memasukkan biji-bijian utuh, kacang-kacangan, sayuran, buah beri, kacang, unggas, ikan, dan minyak zaitun untuk perlahan-lahan menaikkan indeks glikemik (IG) selama waktu makan.
6 Prinsip Diet MIND
Dalam bukunya, Slow Aging Diet, Jung mengusulkan diet MIND ala Korea berdasarkan enam prinsip, yaitu memperoleh nutrisi penting dari biji-bijian utuh dan kacang-kacangan; makan banyak sayuran dan buah; menggunakan minyak zaitun terutama untuk memasak; mengonsumsi lebih banyak ikan dan unggas sambil membatasi daging merah atau olahan dan keju; mengurangi asupan gula sederhana dan biji-bijian olahan melalui makanan yang digoreng, makanan ringan, dan minuman berkarbonasi; dan membatasi konsumsi alkohol hingga sekitar satu gelas anggur per hari.
Karena beras merupakan tanaman pokok dalam masakan Korea, Jung menyarankan untuk mencampur lentil, oat, beras merah, dan beras putih dengan rasio 4:2:2:2 sebagai pengganti beras putih sederhana untuk membantu menaikkan kadar gula darah secara perlahan sambil meningkatkan asupan protein yang tepat dari kacang-kacangan.
Untuk menghasilkan hormon yang sehat, ia menyarankan untuk membatasi makanan yang digoreng kurang dari sekali seminggu dan makanan ringan hingga 30 gram atau kurang hingga empat kali seminggu, karena makanan tersebut mengandung lemak trans yang menyebabkan peradangan dan mengembangkan resistensi insulin yang tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan tubuh meningkatkan gula darah lebih tinggi dan lebih cepat dengan jumlah makanan yang sama.