Saat Setan Menyesal Sekaligus Senang di Bulan Syawal, Buya Yahya Minta Muslim Waspada

Menurut Buya Yahya, setan akan langsung senang ketika memasuki Syawal karena mereka bisa bebas lagi menggoda manusia

oleh Muhamad Husni TamamiDiterbitkan 02 April 2025, 00:30 WIB
Buya Yahya. (Foto: Dok. Instagram @buyayahya_albahjah)

Liputan6.com, Jakarta - Ramadhan dikenal sebagai bulan yang banyak keutamaan dan keberkahan. Bulan Ramadhan sering dijadikan sebagai momentum untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik, terutama yang berkaitan dengan ibadah.

Ada beberapa alasan. Selain dilipatgandakannya pahala, pada bulan ini setan-setan dibelenggu. Hal tersebut merupakan keutamaan Ramadhan yang termaktub dalam hadis nabi.

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ، فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ 

Artinya, “Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR Bukhari no. 3277, Muslim no. 1079). 

Ulama berbeda tafsiran maksud ‘setan dibelenggu’. Pengasuh LPD Al Bahjah KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya mengatakan, sebagian ulama menjelaskan bahwa maksud setan dibelenggu adalah dibelenggu secara hakiki. Setannya diikat alias tidak bebas seperti hari-hari biasa untuk menggoda manusia.

‘Ada makna lain, belenggu ini adalah melihat keadaan umat, dimudahkan oleh Allah untuk kebaikan seolah-olah dia ingin mengganggu gak bisa. Jadi semacam terbelenggu. Ibaratnya, upaya-upaya setan sudah tidak berguna lagi. Biarpun tidak dibelenggu secara sesungguhnya, tapi dia tidak mampu berbuat apa-apa seperti makhluk yang dibelenggu,” kata Buya Yahya dikutip dari YouTube Al Bahjah TV, Selasa (1/4/2025).

Menurut Buya Yahya, setan akan langsung senang ketika memasuki Syawal karena mereka bisa bebas lagi menggoda manusia. Oleh karenanya, Buya Yahya meminta muslim lebih waspada agar dosa yang sudah dibersihkan pada Ramadhan tidak ternodai lagi gara-gara godaan setan.

“Setelah puasa Ramadhan, kita akan masuk hari raya, kita berlebaran. Di sinilah setan berlomba-lomba di situ. Karena setan udah ngancam, ‘Kau baik baik di bulan Ramadhan akan kuhancurkan setelah Ramadhan.’ (Setan) sudah ngintai di pintu Syawal,” kata Buya Yahya dalam ceramah berbeda.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

Setan Menangis saat Ramadhan

Umat Islam bertadarus Al-Quran di Masjid Raya Al-Azhom, Kota Tangerang, Senin (18/42022). Umat Islam memanfaatkan waktu untuk memperbanyak ibadah dengan membaca dan mengkhatamkan Al-Quran untuk meningkatkan amal ibadah pada bulan Ramadhan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Buya Yahya menuturkan, setan melihat manusia beribadah dan bertaubat di bulan Ramadhan akan merasa menyesal. Apalagi taubatnya seorang hamba diterima Allah SWT. 

Hal tersebut membuat setan merasa usahanya menjerumuskan sia-sia bertahun-tahun sia-sia. Akhirnya, setan mencoba menggoda lagi manusia agar melakukan perbuatan dosa meskipun telah bertaubat.

“Setan nangis kalau ada hamba Allah beristighfar, diampuni. Yang paling bikin sedih setan itu kan pengampunan Allah. Ibaratnya setan itu bertahun-tahun menggoda dan setan bergembira,” tutur Buya Yahya.

“Lalu pada akhirnya di bulan Ramadhan minta ampun kepada Allah. Setelah itu diampuni oleh Allah. Menangislah setan, menyesal, karena dia telah berjuang karena pada akhirnya umat ini bertaubat,” lanjut Pengasuh LPD Al Bahjah ini.

Oleh karena itu, Buya Yahya mengajak umat Islam untuk membuat setan semakin menangis dengan tidak melakukan perbuatan maksiat yang berujung dosa setelah Ramadhan.

Menyempurnakan Ibadah Ramadhan di Bulan Syawal

Umat muslim bertadarus Alquran di Masjid Kubah Emas, Depok, Jawa Barat, Jumat (16/4/2021). Bulan suci Ramadhan dimanfaatkan umat muslim untuk memperbanyak amalan dan ibadah di antaranya sholat sunah, zikir, dan tadarus Alquran. (merdeka.com/ Arie Basuki)

Buya Yahya mengatakan, pada bulan Ramadhan umat Islam fokus pada hablumminallah atau hubungannya dengan Allah melalui ibadah-ibadah yang dikerjakan. Di bulan Syawal tinggal disempurnakan dengan hablumminannas.

“Bulan Syawal sejatinya terlihat kesempurnaan, setelah asyik ibadah di bulan Ramadhan, di bulan Syawal kita menyambung hati dengan sesama manusia. Silaturahim untuk kesempurnaan. Kita saling memohon maaf, saling memberikan hadiah agar tertanam makna kecintaan di antara kita,” kata Buya Yahya.   

Buya Yahya berpesan, dalam menjaga hubungan manusia jangan sampai melanggar perintah Allah SWT. Sebab, sering terjadi melakukan silaturahmi tapi sholatnya ditinggal.

Wallahu a’lam.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya