Liputan6.com, Jakarta - Platform UMKM MitMe.id dan Visiku resmi menjalin Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat literasi keuangan serta memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berpotensi naik kelas di Indonesia.
Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan platform Securities Crowdfunding yang dapat memberikan solusi pendanaan bagi UMKM di seluruh Indonesia.
Advertisement
Dalam upaya mendukung literasi keuangan, PT Kreasi Pena Indonesia (Penakita), sebagai pemilik ekosistem UMKM MitMe.id, meluncurkan aplikasi yang memungkinkan pemilik usaha untuk mencatatkan aktivitas bisnis mereka secara digital.
“Dengan berkolaborasi dengan Visiku, platform Securities Crowdfunding yang berfokus pada pembiayaan UMKM, kami berharap ke depan bukan hanya kompetensi UMKM yang meningkat, tetapi mereka juga memiliki jaringan maupun model sumber pembiayaan yang baru melalui urun dana dengan investor ritel,” kata founder MitMe.id, Adhitya Noviardi, dalam keterangannya, Jumat (7/3/2025).
Hal senada disampaikan oleh Manajemen Visiku, Aris Kurniawan, yang mendukung penuh pentingnya ekosistem pembiayaan yang inklusif bagi UMKM yang berujung kepada peningkatan kompetensi dan ekspansi usaha.
"Kami percaya bahwa dengan pemahaman keuangan yang lebih baik, dengan keuangan digital Kasir MitMe, pelaku UMKM akan lebih mudah mengakses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, karena mereka menjadi lebih bankable. Visiku sebagai platform Securities Crowdfunding hadir untuk memberikan solusi pembiayaan bagi UMKM yang ingin berkembang," jelas Aris.
Bantu UMKM Perkuat Ekosistem Kewirausahaan
Aris menjelaskan, kolaborasi dengan MitMe Kasir akan membantu UMKM dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan dengan menghubungkan edukasi keuangan dan solusi pendanaan dalam satu kesatuan yang lebih efektif.
Kasir MitMe diketahui merupakan fitur terbaru yang disiapkan oleh MitMe.id untuk memudahkan UMKM menjalankan administrasi pencatatan kegiatan usaha mulai dari pencatatan pendapatan, biaya, pembelian, persediaan hingga pencatatan arus kas perusahaan.
Literasi keuangan dengan penggunaan pencatatan keuangan digital ini sekaligus untuk menjawab tantangan masih tingginya angka literasi keuangan dan jumlah UMKM yang belum memiliki laporan keuangan yang mencapai 77% dari total usaha kecil menengah di Indonesia, sesuai data survei yang dilansir direktorat pajak pada tahun lalu.