Kapolri: Sofyan Dawood Belum Tentu di Malaysia

Mabes Polri belum mengetahui keberadaan Panglima GAM wilayah Passe Sofyan Dawood yang mengaku berada di Malaysia. Polri segera bekerja sama dengan polisi Malaysia untuk langkah antisipatif.

oleh Liputan6Diterbitkan 27 Juli 2003, 20:13 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Panglima Gerakan Aceh Merdeka wilayah Passe Sofyan Dawood dikabarkan melarikan diri ke Malaysia sejak Kamis pekan silam. Bahkan, seakan menegaskan informasi pemberitaan itu, melalui telepon ke wartawan Kompas Cyber Media, Sabtu kemarin, Sofyan mengaku telah 15 hari berada di Negeri Jiran. Adapun keperluannya adalah demi suatu misi dan urusan penting yang tak dijelaskan maksudnya. Demikian informasi yang dihimpun www.liputan6.com, baru-baru ini.

Kepala Polri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar tak serta merta percaya dengan kabar tersebut. "Karena kita tidak tahu persis di mananya [lokasi Sofyan]," kata dia. Namun agar tak kecolongan, Da`i mengaku telah memerintahkan jajaran Reserse dan Kriminal serta Interpol Mabes Polri untuk berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia jika memang Sofyan berada di sana. "Kalaupun benar Sofyan kabur ke Malaysia pasti menggunakan identitas palsu atau lewat jalur ilegal," tutur Kapolri. Padahal, Sofyan mengaku ke Malaysia melalui Jakarta.

Terbetik kabar, Mabes Polri juga sudah membuat telegram daftar pencarian orang (DPO) atas nama Sofyan Dawood ke seluruh jajaran Kepolisian Daerah se-Indonesia terutama yang berbatasan dengan Malaysia. Kini, dokemen itu tinggal disetujui Kepala Badan Reskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Erwin Mappaseng yang akan disampaikan pada Senin besok. Dokemen kemudian akan ditandatangani Direktur Satu Keamanan Negara dan Kejahatan Transnasional Mabes Polri Brigadir Jenderal Pol. Aryanto Sutadi.

Pertempuran antara pasukan GAM dan TNI/Polri terus berlangsung di Aceh. Sabtu kemarin, GAM kalah melawan anggota Satuan Gabungan Intelijen TNI/Polri di kawasan Desa Beurunut, Kecamatan Selimun, Aceh Besar. Empat anggota GAM tewas dalam pertempuran tersebut. Dua di antaranya saat itu juga dimakamkan di lokasi kejadian. Sedangkan dua korban lain telah dievakuasi dengan menggunakan dua ambulans dari Pusat Kesehatan Masyarakat Krueng Jaya, Aceh Besar ke Rumah Sakit Zainoel Abidin, Banda Aceh, kemarin malam. TNI/Polri juga berhasil menyita sejumlah amunisi GAM.

Sedangkan dari pihak TNI/Polri, tiga orang luka-luka [baca: Diserang GAM, Tiga Anggota Intelijen Gabungan Luka-Luka]. Mereka adalah Letnan Satu TNI Rahman, Sersan Kepala TNI Budi, dan Brigadir Dua Polisi Azhari. Kini, mereka dirawat di RS Kesehatan Komando Daerah Militer Banda Aceh.(MTA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya