Aturan Tak Tertulis untuk Tutup Mulut soal Politik Mulai Didobrak Idol K-Pop

Para idol K-Pop mulai berani mengungkap opini pribadi mengenai kondisi negaranya. Termasuk yang terbaru, soal aksi protes terhadap Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol.

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 11 Desember 2024, 21:00 WIB
Potret Debut Lee Chaeyeon (Dok: WM Entertaiment)

Liputan6.com, Jakarta "Apa posisiku membuatku tak bisa bicara politik? Sebagai warga negara dan anggota masyarakat, aku akan bersikap seperti yang kuyakini," kata Lee Chae Yeon tegas, dalam unggahannya di media sosial pada 7 Desember 2024 lalu. Mantan member IZ*ONE yang kini bersolo karier tersebut dengan lantang menantang warganet yang mengkritisinya karena "melanggar aturan tak tertulis" soal dunia idol K-Pop

Yakni tutup mulut rapat-rapat soal dunia politik. 

"Aku sangat paham bahwa orang-orang khawatir mengenai para idol yang mengungkap pernyataan seperti ini. Tapi aku juga warga negara," kata Chae Yeon, seperti dilansir dari Allkpop. 

Pernyataan Chae Yeon mencerminkan tentang dinamika yang terjadi dalam dunia hiburan Korea Selatan. Para idol mulai berani untuk bersuara mengenai kondisi sosial politik negaranya, termasuk protes terhadap Presiden Korsel Yoon Suk Yeol.

Dilansir dari The Korea Times, salah satunya adalah Youngjae dari GOT7. Dalam siaran langsung pada hari Minggu kemarin, ia mengungkap ingin ikut membuat Korea untuk menjadi tempat yang lebih baik. “Di masa-masa sulit ini, saya bersyukur kita tidak menghadapinya sendirian, dan saya berharap kita bisa melakukan perubahan bersama-sama.”

Wonyoung IVE mengungkap dukungan dalam unggahan di media sosial. Ia membagikan unggahan dengan background lagu SNSD "Into The New World" yang merupakan salah satu "lagu wajib" dalam demo. Dalam unggahannya, Wonyoung juga mengungkap keinginannya untuk bisa lebih bebas membagikan komentarnya. 

"Terkadang sulit untuk tak mengatakan apa yang sebenarnya kamu rasakan, bahkan ketika teraniaya. Tapi aku percaya bahwa waktu akan menyelesaikan masalah. Prinsipku yang menuntunku, dan aku tak mau bertindak hanya untuk dipamerkan. Kuharap orang-orang terdekatku memahami hal ini," kata dia. 


Memberi Jarak Antara Politik dan K-Pop

Gaya rambut Audrey menjadi gaya rambut yang sempurna untuk penampilan yang sudah memukau.[@for_everyoung10].

Selama ini, para idol K-Pop memang memberi jarak dengan dunia politik. Momen paling kentara, terlihat sepanjang masa pemilihan umum Korea Selatan. Dilansir dari The Korea JoongAng Daily, bahkan para idol ini mesti hati-hati dalam bertingkah laku dan berpenampilan, demi menghindari asosiasi terhadap pihak tertentu.

Contohnya soal pakaian. Selama musim kampanye, idol menjauhi warna terang yang lekat dengan partai tertentu--misalnya merah untuk Partai Kekuatan Rakyat, biru untuk Partai Demokrat, serta kunuing dan hijau untuk Partai Keadilan. Pose mengacungkan jempol atau membentuk huruf 'V' pun dijauhi.

Lanjut Baca:

Tak cuma soal politik praktis, menyuarakan kritik terhadap pemerintah pun jarang sekali dilakukan idol K-Pop. Kepada The Korea Tumes, pengamat musik Jung Min Jae mencatat bahwa saat rakyat Korea Selatan beramai-ramai turun ke jalan untuk melengserkan Mantan Presiden Park Geun Hye pun, tak ada bintang K-Pop yang mengungkapkan pandangan mereka soal isu ini. Isu politik internasional pun mendapat reaksi serupa, ditanggapi senyap oleh mayoritas idol K-Pop.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya