Rilis di Indonesia, Samsung Galaxy S4 Lebih Murah dari iPhone 5

Secara simbolis, Samsung akan melakukan penjualan perdana di Grand Indonesia, pada 4 Mei mendatang.

oleh Ervina Anggraini diperbarui 02 Mei 2013, 14:26 WIB
Walau Samsung Galaxy S4 sudah masuk ke Indonesia dan dijual melalui pre-order, Samsung baru secara resmi merilisnya di Indonesia. Sama seperti di sesi pre-order, Samsung pun merilis Galaxy S4 dengan harga Rp 7,499 juta.

Secara simbolis, Samsung akan melakukan penjualan perdana di Grand Indonesia, pada 4 Mei mendatang. "Untuk pre-order ke konsumen akan diberikan di tanggal 4, dengan menggandeng sembilan bank dan empat operator," kata Andreas Rompis, Vice President Samsung Mobile Indonesia, saat merilis Galaxy S4 di Jakarta, Kamis (2/5/2013).

Dengan banderol harga premium, Galaxy S4 pun dibenamkan spesifikasi tinggi. Untuk mendukung kinerja, Samsung menggunakan prosesor Exynos 5 Octacore 1,6 GHz dan RAM 2 GB.

Smartphone ini akan menggunakan Android versi terbaru, Jelly Bean 4.2.2. Sedangkan untuk kamera, Samsung menyematkan 13 MP di kamera utama dan 2 MP di kamera depan.

Keunggulan Galaxy S4 tentu saja terletak pada fitur yang digunakan. Fitur itu antara lain Smart Pause, yang akan menghentikan video yang diputar saat penggunanya tak melihat layar. Ada juga fitur Smart Scrolling atau Air Gesture, yang memungkinkan penggunanya untuk scroll layar tanpa tangan menyentuh langsung ke layar.

Yakin Laris

Dengan banderol harga retail Rp 7,499 juta, Galaxy S4 memang lebih murah ketimbang pesaingnya, Apple iPhone 5 yang dijual Rp 8 jutaan untuk versi 16 GB. Sedangkan banderol harga ini setara dengan Sony Experia Z yang juga dibanderol Rp 7,5 juta, dan kompetitif dengan HTC One yang dijual sekitar Rp 7 jutaan.

Samsung yakin Galaxy S4 akan melanjutkan kesuksesan Galaxy S3 yang merupakan pendahulunya. Optimisme ini juga disampaikan Andreas, yang yakin Galaxy S4 akan laris-manis di pasaran, apalagi melihat kesuksesan di pre-order.

"Target penjualan 5.000 unit dalam waktu 10 hari, dan sudah sold out dalam minggu pertama," ucapnya.

Menurut Andreas, Samsung menganggap target pasar bukan dari segi ekonomi. "Tapi lebih ke fungsionalitas device itu sendiri. Seperti untuk lifestyle dan fungsi profesional," ucapnya. (gal)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya