Liputan6.com, Tegal: Tabrakan Kereta Api Matarmaja dengan bus Slamet Rahayu masih menyisakan duka bagi Nursoleh. Ustad di Desa Cilongok, Balapulang, Tegal, Jawa Tengah, ini tak pernah menyangka jika enam anggota keluarga Sutarno menjadi korban dalam kecelakaan di perlintasan kereta Gemolong, Sragen, Jawa Tengah. Apalagi, Nursoleh mengenal anggota keluarga Sutarno, termasuk Sapuroh yang baru menikah, dengan baik [baca: Korban Tewas Kecelakaan Sragen Masih Bersaudara].
Saat ditemui SCTV, baru-baru, Nursoleh bercerita banyak soal Sutarno semasa hidupnya. Menurut dia, Sutarno adalah sosok orang yang tekun. Hidupnya banyak dihabiskan dengan kegiatan keagamaan di desanya. Sutarno juga dikenal sebagai pendiri majelis taklim yang anggotanya terdiri dari seluruh warga Desa Cilongok.
Nursoleh mengungkapkan, sebelum berangkat ke Sragen, Jateng, Sutarno memang terlihat lebih sering murung. Ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Padahal, menurut Nursoleh, semasa hidupnya Sutarno adalah sosok yang ceria dan suka becanda.
Umur manusia memang tidak ada yang mengetahuinya. Kini almarhum Sutarno dan keluarganya sudah dimakamkan [baca: Sepuluh Korban Kecelakaan Sragen Dimakamkan]. Sedangkan jenazah Sapuroh, anak keduanya, dikebumikan di kampung halaman Supardjo, suaminya, di Sragen, Jateng.(ULF/Tim Liputan 6 SCTV)
Saat ditemui SCTV, baru-baru, Nursoleh bercerita banyak soal Sutarno semasa hidupnya. Menurut dia, Sutarno adalah sosok orang yang tekun. Hidupnya banyak dihabiskan dengan kegiatan keagamaan di desanya. Sutarno juga dikenal sebagai pendiri majelis taklim yang anggotanya terdiri dari seluruh warga Desa Cilongok.
Nursoleh mengungkapkan, sebelum berangkat ke Sragen, Jateng, Sutarno memang terlihat lebih sering murung. Ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Padahal, menurut Nursoleh, semasa hidupnya Sutarno adalah sosok yang ceria dan suka becanda.
Umur manusia memang tidak ada yang mengetahuinya. Kini almarhum Sutarno dan keluarganya sudah dimakamkan [baca: Sepuluh Korban Kecelakaan Sragen Dimakamkan]. Sedangkan jenazah Sapuroh, anak keduanya, dikebumikan di kampung halaman Supardjo, suaminya, di Sragen, Jateng.(ULF/Tim Liputan 6 SCTV)