INXS: Hanya Manusialah yang Bisa Membawa Perdamaian

Pemain keyboard INXS, Andrew Fariss mengatakan manusialah membawa perdamaian, musik hanya sebuah pelarian. Andrew bersama personel INXS akan tampil dalam "World Peace Music Awards" hari ini.

oleh Liputan6Diterbitkan 14 Juni 2003, 08:42 WIB
Liputan6.com, Denpasar: Hari ini, sebuah pergelaran akbar berjudul "World Peace Music Awards" (WMPA) akan digelar di Denpasar, Bali. Sejumlah musisi dunia akan tampil dalam ajang musik untuk memperingati tragedi kemanusiaan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Di antaranya adalah grup rock asal Australia INXS. Mereka mengaku senang bisa berpartisipasi dalam konser musik amal ini. Namun, yang lebih penting adalah kesadaran penduduk dunia untuk menjaga perdamaian. "Manusialah yang bisa membawa perdamaian. Sedangkan musik hanyalah sebuah pelarian," kata Andrew Fariss, pemain keyboard INXS saat berdialog dengan reporter SCTV Indy Rachmawati di Denpasar, baru-baru ini. Andrew juga didampingi dua personel INXS Jon Fariss dan Kirk Pengilly.

Selain mengusung misi perdamaian, mereka juga mengaku ikut berpartisipasi untuk menggairahkan pariwisata di Bali. "Kami di sini untuk mengembalikan kepedulian ke Bali dan tempat ini benar-benar aman untuk dikunjungi," kata Jon, penggebuk drum INXS. Jon mengaku, sebenarnya mendapat undangan untuk mengikuti WMPA setahun silam, sebelum peristiwa Bom Bali [baca: World Peace Music Awards Siap Digelar]. "Awalnya WMPA bukan acara amal tapi benar-benar ajang kompetisi, dan kami senang bartisipasi," kata Jon.

Para personel INXS juga mengatakan, tidak takut tampil di Pulau Dewata meski hampir setengah jumlah korban tewas pada peristiwa Bom Bali adalah warga Australia. Buat mereka, ini bukanlah kunjungan pertama ke Bali. Mereka menilai, warga Bali sangat ramah terhadap para pengunjung. "Meski kami tidak terlalu mengenal budaya Bali, saya melihat warga di sini sangat ramah," kata Andrew.(ZAQ)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya