Liputan6.com, Mongolia: Sebuah mumi perempuan dari keluarga kerajaan Chi-Than yang berusia lebih dari 1.000 tahun ditemukan di Mongolia. Mayat yang dibalsem ini tersimpan dalam sebuah peti mati berlapis tiga. Beserta perkakas emas, perak, dan tembaga, peti itu ditemukan di sebuah sarkopagus raksasa, Maret silam, sewaktu para buruh tambang meledakkan lapisan batu dengan dinamit.
Situs ini terpelihara dengan baik, karena makamnya terkubur jauh di bawah tanah dan tidak terjamah pencuri selama bertahun-tahun. Peti mati ini ditandai dengan tulisan dari suku Qitan. Suku Qitan adalah sekelompok penggembala nomaden yang mendirikan kekaisaran pada 907 masehi. Kini, daerah itu dikenal dengan Inner Mongolia, Cina utara.
Para arkeolog memperkirakan dinasti mumi perempuan ini berumur pendek. Mereka hanya bertahan hingga 1125 masehi karena dikalahkan oleh suku di utara yang adalah musuh mereka.(AWD/Retno Pinasti)
Situs ini terpelihara dengan baik, karena makamnya terkubur jauh di bawah tanah dan tidak terjamah pencuri selama bertahun-tahun. Peti mati ini ditandai dengan tulisan dari suku Qitan. Suku Qitan adalah sekelompok penggembala nomaden yang mendirikan kekaisaran pada 907 masehi. Kini, daerah itu dikenal dengan Inner Mongolia, Cina utara.
Para arkeolog memperkirakan dinasti mumi perempuan ini berumur pendek. Mereka hanya bertahan hingga 1125 masehi karena dikalahkan oleh suku di utara yang adalah musuh mereka.(AWD/Retno Pinasti)