Angka Kasus DBD Meningkat Tiga Kali Lipat

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkap ada kenaikan kasus demam berdarah dengue (DBD) pada tahun 2024. Data Kemenkes hingga 14 April 2024 lalu, tercatat ada 62.001 pasien dengan jumlah kematian 475 orang meninggal dunia. Kenaikan penderita penyakit demam berdarah pada tahun 2024 terbilang cukup drastis jika dibandingkan pada 2023 lalu. Kenaikan kasus DBD disebabkan banyak faktor, diantaranya kebersihan lingkungan dan perubahan cuaca.

oleh Helmi Fithriansyah diperbarui 17 Apr 2024, 19:00 WIB
Angka DBD Meningkat
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkap ada kenaikan kasus demam berdarah dengue (DBD) pada tahun 2024. Data Kemenkes hingga 14 April 2024 lalu, tercatat ada 62.001 pasien dengan jumlah kematian 475 orang meninggal dunia. Kenaikan penderita penyakit demam berdarah pada tahun 2024 terbilang cukup drastis jika dibandingkan pada 2023 lalu. Kenaikan kasus DBD disebabkan banyak faktor, diantaranya kebersihan lingkungan dan perubahan cuaca.
Tenaga kesehatan memeriksa kondisi salah satu pasien demam berdarah pada ruang perawatan pasien di RSUD Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (17/4/2024). (merdeka.com/Arie Basuki)
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkap ada kenaikan kasus demam berdarah dengue (DBD) pada tahun 2024. (merdeka.com/Arie Basuki)
Data Kemenkes hingga 14 April 2024 lalu, tercatat ada 62.001 pasien dengan jumlah kematian 475 orang meninggal dunia. (merdeka.com/Arie Basuki)
Kenaikan penderita penyakit demam berdarah pada tahun 2024 terbilang cukup drastis jika dibandingkan pada 2023 lalu. (merdeka.com/Arie Basuki)
Jika dibandingkan pada periode yang sama di 2023 tercatat jumlah kasus DBD berada di angka 22.551 kasus. (merdeka.com/Arie Basuki)
Begitu pula dengan angka kematian akibat DBD, pada periode yang sama di 2023 lalu angka kematian berada di jumlah 170 kasus. (merdeka.com/Arie Basuki)
Kenaikan kasus DBD disebabkan banyak faktor, diantaranya kebersihan lingkungan dan perubahan cuaca. (merdeka.com/Arie Basuki)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya