Liputan6.com, Jakarta- ONE Fight Night 20 sukses digelar dimana event kali ini didedikasikan untuk memperingati Hari Perempuan Internasional. ONE Fight Night 20 menyajikan aksi seni bela diri terbaik dari para atlet wanita di Lumpinee Boxing Stadium, Bangkok, Thailand.
Phetjeeja dan Allycia Hellen Rodrigues berjaya pada ONE Fight Night 20 yang berlangsung Sabtu (9/3/2024). Mereka mampu keluar dari arena legendaris bagi Muay Thai tersebut dengan menyandang sabuk emas ONE Championship.
Advertisement
Di laga puncak, Phetjeeja tampil sebagai Juara Dunia Interim ONE Atomweight Kickboxing dengan menghadapi Janet Todd, pemilik sejati dari sabuk juara dunia kickboxing.
Ronde pertama langsung dimulai dengan tempo dan intensitas tinggi. Aksi saling berbalas serangan mewarnai ronde pembuka.
Aksi kedua kickboxer itu pun kian memanas di ronde kedua dan mencapai puncaknya di ronde ketiga. Adu serangan tanpa henti terjadi di tengah ring ketika keduanya bertemu tanpa ada yang mau mengalah.
Lanjut ke ronde keempat, Phetjeeja terus mencetak poin lewat pukulan atas Todd yang mulai melambat. Kejutan juga dicetak oleh sang bintang Thailand ketika ia menjatuhkan lawannya di menit terakhir ronde kelima.
Todd memang berhasil bangkit, tetapi laga harus berakhir lewat bel penutup ronde. Ketiga juri pun sepakat memberi kemenangan untuk Phetjeeja atas aksinya yang dominan, di mana ia juga sukses menyatukan sabuk kickboxing.
Phetjeeja pun kembali memperpanjang raihan kemenangannya menjadi enam beruntun di ONE Championship. Laganya dengan Todd juga meraih aksi terbaik dalam ajang tersebut.
Laga penuh aksi tersebut menjadi panggung terakhir Todd di pentas global. Sang legenda kickboxing itu gantung sarung tinju di usia 38 tahun. Ia memang sempat bicara keinginannya untuk fokus berkeluarga setelah laga ini.
Allycia Hellen Rodrigues Jadi Juara
Di laga perebutan gelar lainnya, Allycia Hellen Rodrigues berhasil menjaga gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight Muay Thai lewat aksi dominan selama lima ronde atas Cristina Morales. Sang penantang memberi perlawanan yang sengit, tetapi kematangan yang dimiliki sang juara bertahan membuatnya unggul dalam segi kualitas serangan.