Ganjar Tak Setuju Usul Prabowo Kasih Anak Makan Bergizi untuk Atasi Stunting

Calon Presiden Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo menegaskan ketidaksetujuannya terhadap usul Capres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto yang janji memberikan makanan bergizi untuk seluruh anak Indonesia.

oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana diperbarui 04 Feb 2024, 21:37 WIB
Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto saat debat capres ketiga yang digelar KPU pada Minggu (7/1/2024) di Istora, Senayan, Jakarta. (Tangkapan Layar YouTube KPU RI)

Liputan6.com, Jakarta Calon Presiden Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo menegaskan ketidaksetujuannya terhadap usul Capres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto yang janji memberikan makanan bergizi untuk seluruh anak Indonesia.

Penolakan Ganjar itu diberikan dalam debat capres terakhir, Minggu (4/2/2024). Dalam kesempatan itu, Prabowo bertanya dan meminta persetujuan Ganjar, terkait gagasannya untuk memberikan makanan bergizi kepada seluruh anak-anak Indonesia guna mengatasi masalah stunting dan menghilangkan kemiskinan ekstrem.

"Kalau ngasih makannya kepada anak-anak untuk mencegah stunting, saya sama sekali tidak setuju, bapak, karena bapak terlambat. Stunting itu ditangani sejak bayi dalam kandungan. Ibunya yang dikasih gizi," ujar Ganjar Pranowo.

"Kalau kemudian gizinya baik, mereka melakukan cek rutin, maka akan ketahuan bahwa ibunya sehat, anaknya pertumbuhannya dilihat," imbuh dia.

Makanan Bergizi

Kata Ganjar, dirinya baru akan setuju jika pemerintah memberikan makanan bergizi kepada ibu hamil. Menurutnya, itu jadi upaya preventif guna menurunkan angka kematian ibu (AKI) hingga angka kematian bayi (AKB), sehingga sang anak nantinya bisa lahir dengan selamat dan bertumbuh kembang.

"Kalau sudah lahir dan tumbuh, mungkin bukan stunting, itu gizi buruk. Kalau gizi buruk bapak memperbaiki boleh. Jadi jangan sampai confuse antara stunting dan pemberian makan," terangnya.

"Jadi makannya jangan banyak-banyak pak, nanti kekenyangan. Jangan sampai nanti terjadi obesitas, ini lebih bahaya lagi nanti," kata Ganjar Pranowo sembari mengingatkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya