Wakil Presiden Waralaba Es Teler 77, Anton Widjaja, menyarankan Pemerintah agar tidak membatasi gerai waralaba di Indonesia dengan cara menerbitkan peraturan atau udang-undang.
Menurut Anton, usaha franchise akan tumbuh dengan sendirinya tanpa harus ada peraturan yang membatasi gerai waralaba untuk mendukung berkembangnya usaha.
"Tidak perlu ada pembatasan karena bisnis franchise bisa tumbuh secara alami, jadi tidak perlu diatur," kata Anton, saat menghadiri seminar New Franchise Regulations and Their Impact, di Musium Nasional, Jakarta, Selasa (2/3/2013).
Anton mengungkapkan, gerai Es Teler 77 di Indonesia saat ini sudah mencapai 196 buah yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Selain itu, 77,95 % bahan baku Es Teler sudah menggunakan bahan dasar lokal.
Menurutnya, meskipun jumlah gerai Es Teler 77 terus bertambah hingga melebihi 250 gerai, perusahaan mengaku akan tetap memilih mewaralabakan usahanya dibandingkan dengan penyertaan modal.
"Penyertaan modal itu kan bukan franchise takutnya nanti hanya dikuasai oleh dua orang," kata Anton. (Pew/Shd)
Menurut Anton, usaha franchise akan tumbuh dengan sendirinya tanpa harus ada peraturan yang membatasi gerai waralaba untuk mendukung berkembangnya usaha.
"Tidak perlu ada pembatasan karena bisnis franchise bisa tumbuh secara alami, jadi tidak perlu diatur," kata Anton, saat menghadiri seminar New Franchise Regulations and Their Impact, di Musium Nasional, Jakarta, Selasa (2/3/2013).
Anton mengungkapkan, gerai Es Teler 77 di Indonesia saat ini sudah mencapai 196 buah yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Selain itu, 77,95 % bahan baku Es Teler sudah menggunakan bahan dasar lokal.
Menurutnya, meskipun jumlah gerai Es Teler 77 terus bertambah hingga melebihi 250 gerai, perusahaan mengaku akan tetap memilih mewaralabakan usahanya dibandingkan dengan penyertaan modal.
"Penyertaan modal itu kan bukan franchise takutnya nanti hanya dikuasai oleh dua orang," kata Anton. (Pew/Shd)