Cuaca Indonesia Hari Ini Minggu 10 Desember 2023: Sebagian Wilayahnya Hujan Seharian

Langit pagi hari Indonesia di akhir pekan, Minggu (10/12/2023) sebagiannya diprakirakan berawan, cerah berawan, kabut, dan hujan ringan. Demikianlah prediksi cuaca Indonesia hari ini.

oleh Devira PrastiwiDiperbarui 13 Desember 2023, 22:09 WIB
Langit pagi hari Indonesia di akhir pekan, Minggu (10/12/2023) sebagiannya diprakirakan berawan, cerah berawan, kabut, dan hujan ringan. Demikianlah prediksi cuaca Indonesia hari ini. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Langit pagi hari Indonesia di akhir pekan, Minggu (10/12/2023) sebagiannya diprakirakan berawan, cerah berawan, kabut, dan hujan ringan. Demikianlah prediksi cuaca Indonesia hari ini.

Berdasarkan laporan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan ringan di pagi hari ini diprakirakan guyur wilayah Jambi, Pontianak, Palangkaraya, Pangkal Pinang, Mamuju, dan Makassar.

Pada siang harinya, cuaca Indonesia diprediksi sebagian bakal berawan, cerah berawan, hujan ringan, hujan sedang, dan hujan petir.

Wilayah Banda Aceh, Bandung, Surabaya, Palangkaraya, Tanjung Pinang, Ambon, Mataram, Pekanbaru, Mamuju, Kendari, Padang, dan Medang diprakirakan hujan berintensitas ringan siang nanti.

Waspada hujan petir siang nanti diprediksi ada di langit Banjarmasin, hujan sedang di Jambi, Pangkal Pinang, dan Makassar.

Tak jauh berbeda di malam hari nanti, sebagian langit di Indonesia diprakirakan sebagiannya berawan, cerah berawan, hujan ringan, hujan sedang, dan hujan petir.

Cuaca hujan ringan diprediksi mala nanti guyur Jambi, Bandung, Semarang, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Tanjung Pinang, Manokwari, Pekanbaru, Mamuju, dan Makassar.

Berikut informasi prakiraan cuaca Indonesia selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.go.id:

 Kota  Pagi  Siang  Malam
 Banda Aceh  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Denpasar  Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Serang  Cerah Berawan  Berawan  Berawan
 Bengkulu  Berawan  Berawan  Berawan
 Yogyakarta   Berawan  Berawan  Berawan
 Jakarta Pusat   Cerah Berawan  Berawan  Berawan
 Gorontalo   Cerah Berawan  Berawan  Cerah Berawan
 Jambi   Hujan Ringan  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Bandung   Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Semarang   Cerah Berawan  Cerah Berawan  Hujan Ringan
 Surabaya   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Pontianak   Hujan Ringan  Berawan  Berawan
 Banjarmasin   Berawan  Hujan Petir  Hujan Ringan
 Palangkaraya  Hujan Ringan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Samarinda  Cerah Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Tarakan   Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah
 Pangkal Pinang  Hujan Ringan  Hujan Sedang  Cerah Berawan
 Tanjung Pinang   Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Bandar Lampung  Cerah Berawan  Cerah Berawan  Berawan
 Ambon   Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Ternate   Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Mataram   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Kupang   Cerah Berawan  Berawan  Berawan
 Kota Jayapura  Berawan  Berawan  Berawan
 Manokwari   Cerah Berawan  Cerah Berawan  Hujan Ringan
 Pekanbaru   Kabut  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Mamuju   Hujan Ringan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Makassar   Hujan Ringan  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Kendari   Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Manado    Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah
 Padang   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Palembang  Berawan  Berawan  Hujan Petir
 Medan   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Hujan Sedang

NASA dan IBM Berkolaborasi Kembangkan Model AI untuk Aplikasi Cuaca dan Iklim

Hujan mulai turun di wilayah Washington tak lama setelah pukul 17.00, dan langit berangsur-angsur berubah menjadi abu-abu gelap yang tidak menyenangkan, pertanda cuaca buruk dan pemadaman listrik massal yang telah diprediksi. (Jerry Jackson/The Baltimore Sun via AP)

Sebelumnya, NASA dan IBM bekerja sama membangun model dasar AI (kecerdasan buatan) untuk aplikasi cuaca dan iklim. 

Mereka menggabungkan pengetahuan dan keterampilan masing-masing di bidang ilmu kebumian dan AI untuk model tersebut.

Mengutip Engadget, Senin, 4 Desemebr 2023, mereka mengeklaim bahwa model tersebut akan menawarkan 'keunggulan signifikan dibandingkan teknologi yang sudah ada'.

Model AI saat ini, seperti GraphCast dan Fourcastnet, bisa menghasilkan prakiraan cuaca lebih cepat daripada model meteorologi tradisional. Namun, IBM mencatat bahwa ini adalah emulator AI (bukan model dasar). 

Seperti namanya, model dasar adalah teknologi dasar yang mendukung aplikasi AI generatif. 

"Emulator AI dapat membuat prediksi cuaca berdasarkan kumpulan data pelatihan, tetapi tidak memiliki aplikasi lebih dari itu. Mereka juga tidak dapat mengkodekan fisika yang menjadi inti prakiraan cuaca," kata IBM.

NASA dan IBM berharap model dasar AI yang mereka bangun memiliki aksesibilitas lebih luas, waktu inferensi lebih cepat, dan keragaman data lebih besar. Selain itu juga meningkatkan keakuratan perkiraan untuk aplikasi iklim lainnya.

Harapan pada Model Dasar NASA dan IBM

Gedung perkantoran saat cuaca cerah di Jakarta, Selasa (1/12/2020). Kota Jakarta dengan langit biru menambah keindahan hutan beton. BMKG bahwa kualitas udara Jakarta jadi baik dalam dua minggu ini, Jakarta mengalami hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. (merdeka.com/Imam Buhori)

Model ini juga diharapkan mampu memprediksi fenomena meteorologi, menyimpulkan informasi beresolusi tinggi berdasarkan data beresolusi rendah, dan "mengidentifikasi kondisi yang kondusif untuk segala hal mulai dari turbulensi pesawat hingga kebakaran hutan."

Ini mengikuti model dasar lain miliki NASA dan IBM yang dikerahkan pada bulan Mei lalu. Dengan memanfaatkan data dari satelit NASA untuk kecerdasan geospasial, IBM berpendapat bahwa ini merupakan model geospasial terbesar pada platform AI sumber terbuka Hugging Face.

Sejauh ini, model AI tersebut telah digunakan untuk melacak dan memvisualisasikan aktivitas penanaman dan pertumbuhan pohon di kawasan menara air (lanskap hutan yang menahan air) di Kenya.

Tujuannya adalah untuk menanam lebih banyak pohon dan mengatasi masalah kelangkaan air. Model ini juga digunakan untuk menganalisis pulau panas perkotaan di Uni Emirat Arab.

Sebelumnya, tim peneliti DeepMind Google telah menciptakan algoritma prediksi cuaca berbasis pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan (AI), yang dikenal sebagai GraphCast. Alat ini dilaporkan menjadi sebuah terobosan baru di dunia pelaporan cuaca

Dalam waktu kurang dari satu menit, GraphCast mampu memprediksi variabel cuaca untuk kurun waktu 10 hari, mengungguli teknologi prediksi pola cuaca tradisional dengan tingkat kebenaran mencapai 90 persen.

GraphCast, AI Milik Google Mampu Prediksi Cuaca Kurang dari Semenit

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Bogor, Jawa Barat yang dikenal sebagai kota hujan. Hari ini Bogor juga diprediksi berawan sepanjang

Cara kerja GraphCast melibatkan pengambilan dua kondisi cuaca terkini dari Bumi, termasuk variabel dari waktu pengujian dan enam jam sebelumnya.

Dengan memanfaatkan data ini, program artificial intelligence dapat memprediksi kondisi cuaca dalam enam jam ke depan, memberikan keunggulan dalam kecepatan dan akurasi prediksi.

Dilansir Engadget, Rabu, 15 November 2023, GraphCast telah membuktikan kemanjurannya dalam praktik, seperti memprediksi pendaratan Badai Lee di Long Island 10 hari sebelum terjadi.

Kecepatan prediksi ini menjadi unggul karena GraphCast tidak harus mengatasi kompleksitas fisika dan dinamika fluida seperti model prediksi cuaca tradisional.

Kelebihan GraphCast tidak hanya terbatas pada kecepatan dan skala prediksi. Program ini juga dapat memprediksi peristiwa cuaca buruk, seperti siklon tropis dan gelombang suhu ekstrem. 

Dengan kemampuan untuk dilatih ulang menggunakan data terbaru, GraphCast diharapkan semakin meningkat dalam memprediksi osilasi pola cuaca yang terkait dengan perubahan iklim.

Infografis Mitigasi Bencana Antisipasi Cuaca Ekstrem Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2023. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya