Liputan6.com, Jakarta - Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo menyatakan tidak pernah terbawa perasaan alias baper menghadapi berbagai kritik terhadapnya. Menurutnya, seluruh aspirasi dalam bentuk apapun hanya perlu ditampung dan diselesaikan.
“Kalau pemerintah dikritik apa yang harus dilakukan? Kalau saya yang kamu kritik ya jangan baperan. Iyakan? Nggak apa-apa, saya itu dikritik, dicaci, didemo sudah berkali-kali, dia mengutuk saya, dia membenci saya, itu (yang penting) edukasi,” tutur Ganjar di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (4/12/2023).
Advertisement
Ganjar menyebut, dirinya sering menerima keluhan secara langsung dari para pengunjuk rasa. Langkah yang perlu dilakukan kepada mereka salah satunya yakni edukasi.
“Maka sebenarnya kritiknya kita dengarkan, benar atau tidak kita jawab. Si Ketua BEM UU Melki, suatu ketika saya datang ke UI, saya pernah sekolah di UI juga. Pada saat saya selesai isi acara, selesai ramai, saya keluar ada yang teriak-teriak, ‘Nggak usah teriak-teriak bung, biasa saja bung', karena saya memberikan kesempatan,” jelas dia.
Ganjar menegaskan, menerima dan menyampaikan aspirasi merupakan hal yang perlu disikapi dengan tenang.
“Maksudnya agar dikasih kesempatan, maka satu kritik nggak usah baperan, tapi jelaskan. Soal terima nggak terima urusan lain, gitu ya kalau kamu cerita saya. Maka, kebetulan dia vcal sama Melki, Mas Ganjar kasih semangat dong buat Melki, saya kasih 'Ibumu diteken ya?', didatangi dia,” Ganjar menandaskan.
Didukung Warga Donggala Jadi Presiden, Ganjar Komitmen Mitigasi Bencana di Indonesia
Calon presiden (capres) nomor urut tiga Ganjar Pranowo janji akan melakukan mitigasi bencana di seluruh Indonesia. Hal itu disampaikan di hadapan ribuan masyarakat Donggala, Sulawesi Tengah, yang mendukungnya untuk memenangkan Pilpres 2024.
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu menekankan perlunya penataan kawasan rawan bencana dengan memastikan tata ruang yang kokoh.
"Tata ruang, tata ruangnya mesti firm betul, sehingga ketika akan dilakukan sebuah pemanfaatan di atasnya mesti memperhatikan satu perencanaan," tutur Ganjar di Donggala, Sulawesi Tengah, Senin (4/12/2023).
Ganjar juga menyoroti pentingnya persiapan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDBD), dan relawan atas kondisi tiap daerah rawan bencana. Tidak ketinggalan perlunya dilakukan mitigasi kerusakan alam yang disebabkan oleh manusia itu sendiri.
"Tentu menyiapkan BNPB, BPDBD, dan relawan agar mereka bisa mengedukasi dan kalau masyarakat sudah teredukasi, mereka biasanya punya early warning system yang punya karakter lokal, sehingga kalau terjadi sesuatu mereka bisa menangani dan menyelamatkan diri sendiri," jelas dia.
Ganjar lantas mengulas kunjungannya ke Sulawesi Tengah, khususnya Donggala, Palu dan Sigi, saat terjadi bencana hebat meliputi gempa, likuifaksi, serta tsunami. Dia berhasil menggalang dana dan membuat berbagai fasilitas.
"Saya masih ingat betul di sini karena kawan-kawan bereaksi, lebih khusus kawan-kawan dari Jawa Tengah, ada dari pemda ya, ada dri PMI, ada dari Baznas, guru-guru, siswa-siswa, mereka iuran dan kemudian 'Pak kita bangunin sekolah yok'. Akhirnya delapan sekolah berhasil kita resmikan, dan satu rumah ibadah, masjid waktu itu," Ganjar menandaskan.
Ganjar Dorong Peningkatan SDM Anak Muda Sesuai Potensi Lokal di Daerahnya
Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menemui sejumlah kelompok milenial dan Gen Z di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Dalam kesempatan itu, mereka mengeluhkan soal sulitnya lapangan kerja di daerahnya, sementara banyak perusahaan besar memanfaatkan sumber daya alam di sana.
"Tadi dikatakan 'Oh di Sulteng banyak sekali pertambangan tapi tidak bisa bekerja'. Satu, kamu harus meyakinkan bahwa kamulah orang yang bisa mengisi itu. Artinya pendidikan dan keterampilan harus cukup," tutur Ganjar di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (4/12/2023).
Ganjar pun yakin pemuda Sulteng memiliki potensi besar untuk membangun daerahnya sendiri. Untuk mencapai hal tersebut, dia pun mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.
"SDM meski disiapkan sesuai dengan lokalitas atau potensi lokal yang ada di daerah, dan kalau SDM-nya bagus, pasti dia akan jadi tuan rumah di negerinya sendiri," kata Ganjar.
Sebelumnya, calon presiden (capres) Ganjar Pranowo menyatakan pendidikan politik sangat penting bagi anak muda lantaran menjadi penentu masa depan bangsa. Dalam perhelatan Pilpres 2024 ini, dia bahkan mengajak mereka menjadi tim suksesnya.
“Penting banget. Maka kemudian tingkat melek politik anak-anak muda sangat tinggi. Hanya memang para politisi itu perlu mendengar mereka, karena ada gagasan-gagasan yang sangat baru, yang mungkin politisi tidak tahu. Itulah akomodasi yang bisa diberikan. Sehingga mereka tidak apriori,” tutur Ganjar di Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (3/12/2023) malam.