Sekda Purwakarta: Gemar Bercocok Tanam Bisa Kurangi Ketergantungan Sayuran dari Luar Daerah

Pemkab Purwakarta, saat ini tengah mendorong masyarakat untuk kembali berkebun sebagai bagian dari pengendalian inflasi.

oleh Asep Mulyana diperbarui 18 Nov 2023, 22:00 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purwakarta, Norman Nugraha. Foto (Istimewa)

Liputan6.com, Purwakarta - Pemkab Purwakarta, Jawa Barat, mengajak masyarakat agar kembali gemar bercocok tanam, terutama jenis sayuran. Selain untuk pengendalian inflasi, seruan ini juga supaya masyarakat setidaknya memiliki candangan makanan secara mandiri.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purwakarta, Norman Nugraha menuturkan, sejauh ini jajarannya terus berkomitmen untuk mengembangkan produk perkebunan dan holtikultura di wilayahnya. Pihaknya menargetkan, kedepan untuk kebutuhan sayuran setidaknya masyarakat wilayahnya bisa mengurangi ketergantungan pasokan dari daerah lain.

"Kami akui, sampai saat ini pasokan kebutuhan sayuran untuk wilayah kami masih mengandalkan dari daerah lain," ujar Norman Nugraha kepada Liputan6.com, Kamis (16/11/2023).

Norman tak menampik, jika selama ini pasokan sayuran hasil produksi petani di wilayahnya cenderung masih sedikit untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tak heran, untuk kebutuhan wilayahnya masih mengandalkan pasokan dari luar daerah. Kedepan, pihaknya berharap Purwakarta bisa mandiri.

Menurut Norman, Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu wilayah yang potensial untuk pengembangan sayuran. Apalagi, selain ketersediaan lahan yang memadai, hal itu juga didukung dengan adanya dua produsen benih sayur unggulan di wilayahnya yang bisa bermitra dengan masyarakat.

"Atas dasar itu juga, kami terus mendorong masyarakat supaya gemar bercocok tanam. Minimalnya, untuk kebutuhan keluarga tidak harus beli," kata Norman.

Norman menjelaskan, sebenarnya banyak sekali jenis sayuran yang tersedia di sekitar lingkungan masyarakat dan sangat mudah untuk ditanam. Semisal, daun bayam, pakcoy, tomat, cabai rawit dan saledri. Termasuk kacang-kacangan dan jagung.

"Tak perlu lahan yang besar, saat ini sudah banyak media yang bisa digunakan untuk bercocok tanam. Seperti dengan konsep tabula pot, hidroponik atau menggunakan media lain yang tak terlalu memakan banyak lahan," jelas dia.

Menurut dia, masyarakat di Kabupaten Purwakarta termasuk beruntung. Karena daerah ini memiliki karakter tanah dan iklim yang sangat mendukung untuk sektor pertanian maupun perkebunan. Dengan begitu, mau menanam apa pun selalu jadi serta tumbuh subur.

"Ini, bisa menjadi prospek yang sangat menjanjikan bila dikelola dengan baik. Melalui dinas terkait, kami akan terus menggelorakan semangat bertani kepada masyarakat," pungkasnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya