Pelaku Penembakan Massal di Maine Amerika Serikat Ditemukan Tewas

Robert Card (40) yang diduga mendalangi penembakan massal hingga menewaskan sedikitnya 18 orang di Maine, Amerika Serikat (AS), ditemukan tewas setelah perburuan besar-besaran selama dua hari. Pelaku didapati sudah tak bernyawa dengan luka tembak yang disebabkan dirinya sendiri.

oleh Arnaz Sofian diperbarui 28 Okt 2023, 11:32 WIB
Penembakan Massal Maine Amerika Serikat (AS)
Robert Card (40) yang diduga mendalangi penembakan massal hingga menewaskan sedikitnya 18 orang di Maine, Amerika Serikat (AS), ditemukan tewas setelah perburuan besar-besaran selama dua hari. Pelaku didapati sudah tak bernyawa dengan luka tembak yang disebabkan dirinya sendiri.
Petugas kepolisian menjaga jalan menuju fasilitas daur ulang tempat ditemukannya jenazah Robert Card, tersangka penembakan massal pekan ini, di Lisbon, Maine, Amerika Serikat, Jumat (27/10/2023). (AP Photo/Robert F. Bukaty)
Pria berusia 40 tahun yang diduga mendalangi penembakan massal hingga menewaskan sedikitnya 18 orang di Maine itu ditemukan tewas setelah perburuan besar-besaran selama dua hari. Pelaku didapati sudah tak bernyawa dengan luka tembak yang disebabkan dirinya sendiri. (AP Photo/Matt Rourke)
Seperti dilansir Reuters, Sabtu (28/10/2023), laporan ABC News yang mengutip sejumlah sumber penegak hukum setempat menyebut tersangka penembakan massal yang diidentifikasi bernama Robert Card (40) itu ditemukan tewas pada Jumat (27/10) waktu setempat. (AP Photo/Robert F. Bukaty)
Robert Card ditemukan tewas dengan luka tembak yang disebabkan oleh dirinya sendiri, sehingga memicu dugaan dia bunuh diri. (AP Photo/Matt Rourke)
Laporan CNN yang mengutip seorang sumber penegak hukum menyebut jenazah Robert Card ditemukan di area hutan dekat kota Lisbon, tepatnya di dekat pusat daur ulang yang menjadi tempat dia bekerja sebelum dipecat baru-baru ini. (AP Photo/Matt Rourke)
Robert Card yang diketahui merupakan anggota pasukan cadangan Angkatan Darat AS ini diyakini telah melepaskan tembakan di tempat boling dan di sebuah bar di Lewiston pada Rabu (25/10) malam waktu setempat. Penembakan ini menewaskan sedikitnya 18 orang (sebelumnya diberitakan 22 orang) dan melukai 13 orang lainnya, serta tercatat sebagai kekerasan bersenjata paling mematikan dalam sejarah negara bagian Maine. (AP Photo/Matt Rourke)
Foto yang dirilis oleh Departemen Kepolisian Lewiston Maine ini menunjukkan Robert Card yang diidentifikasi polisi sebagai pelaku penembakan massal di Lewiston, Maine, pada Rabu (25/10/2023). (Lewiston Maine Police Department via AP)
Poster yang disediakan oleh Departemen Keamanan Publik Maine ini menunjukkan para korban Penembakan Maine. Menurut Polisi Negara Bagian Maine, tujuh orang tewas di arena bowling Just-In-Time Recreation terdiri dari enam laki-laki dan satu perempuan serta delapan laki-laki tewas di Schemengees Bar and Grille, tiga lainnya meninggal setelah dibawa ke rumah sakit. (Maine Department of Public Safety via AP)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya