Warga antre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor di Desa Tajur, Citeureup, Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/9/2023). Pemerintah Kabupaten Bogor melalui BPBD menyatakan ada 220.574 jiwa terdampak kekeringan sejak 2 Mei hingga 5 September 2023. (merdeka.com/Arie Basuki)
Kekeringan tersebar pada 114 desa yang ada di 27 kecamatan di Kabupaten Bogor. (merdeka.com/Arie Basuki)
Upaya jangka pendek dan panjang terus dilakukan guna menanggulangi kekeringan. Salah satunya membagikan jutaan liter air bersih. (merdeka.com/Arie Basuki)
Diketahui pada minggu lalu, tepatnya 29 Agustus 2023, masyarakat yang terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor terus meningkat. Sekitar 174 ribu warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor. (merdeka.com/Arie Basuki)
BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan penanganan dengan mendistribusikan air bersih sebanyak 2 juta liter. (merdeka.com/Arie Basuki)
Bantuan air bersih dikirim oleh petugas menggunakan mobil-mobil tanki milik BPBD Kabupaten Bogor dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kahuripan. (merdeka.com/Arie Basuki)
Sementara Bupati Bogor Iwan Setiawan memastikan ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang wilayahnya mengalami kekeringan. (merdeka.com/Arie Basuki)
Pemerintah Kabupaten Bogor rutin mendistribusikan air bersih dengan mengerahkan lima truk tangki BPBD dan 11 tangki milik Perumda Air Minum Tirta Kahuripan. (merdeka.com/Arie Basuki)
Pemerintah Kabupaten Bogor juga membuka layanan pengaduan terkait bencana kekeringan yang terpusat di BPBD. (merdeka.com/Arie Basuki)