Asap Hitam Muncul, Paus Baru Belum Terpilih

Asap berwarna hitam akan keluar melalui cerobong apabila belum sepakat. Dan asap putih bakal mengudara jika sudah sepakat.

oleh Rizki GunawanDiterbitkan 13 Maret 2013, 08:51 WIB

Pemilihan Paus atau biasa disebut konklaf tengah digelar di Vatikan sejak Selasa 12 Maret 2013. Namun pemungutan suara belum menghasilkan kesepakatan terpilihnya pemimpin baru Tahta Suci Vatikan.

Seperti dilansir BBC, asap hitam muncul dari cerobong asap di atap Kapel Sistine. Hal ini menandakan pemungutan suara perdana belum mendapatkan minimal dua pertiga suara untuk Paus baru pengganti Paus Emeritus Benediktus XVI -- yang mengundurkan diri pada pertengahan Februari lalu. 

Selanjutnya, pemungutan suara akan dilanjutkan kembali pada Rabu (13/3/2013). Pemungutan suara akan dilakukan selama 4 kali sehari hingga memperoleh lebih dari dua pertiga suara.

Paus terpilih adalah kandidat yang mendapatkan sekurangnya dua pertiga dukungan kardinal pemilih. Sehingga dengan jumlah Uskup sebanyak 115, konklaf kali ini mensyaratkan minimal 77 suara untuk mendapatkan kandidat terpilih.

Konklaf Tertutup

Proses konklaf ini dilakukan secara tertutup. Setelah pengucapan sumpah kerahasiaan, pemungutan suara pun dimulai. Prosesi konklaf pun dimulai sesaat setelah Kardinal Guido Marini yang memimpin prosesi konklaf menyatakan, "Extra omnesEverybody out." Pintu kapel pun dikunci.

Hanya ada 115 Uskup yang berada di dalam Kapel Sistine. Mereka semua benar-benar diisolasi dan harus menjaga rahasia proses konklaf. Aturan menjaga rahasia juga berlaku di tempat mereka menginap di St Martha House.

Semua jendela akan ditutup dan telepon hanya bisa digunakan untuk keperluan internal. Kapel Sistina akan disisir dari segala alat rekam maupun kamera. Bahkan muncul mitos lantai kapel ditinggikan untuk keperluan anti-sadap ini.

Karenanya, untuk memberi tanda apakah Paus baru sudah terpilih atau belum akan dikabarkan melalui asap pada cerobong tersebut.

Asap berwarna hitam akan keluar melalui cerobong apabila belum sepakat. Dan asap putih bakal mengudara jika sudah sepakat.

Dengan kata lain, apabila Paus baru belum terpilih, bahan kimia bakal ditambahkan pada perapian agar asap yang keluar berwarna hitam. Dan bila asapnya putih, artinya paus baru sudah terpilih.

Juru bicara Vatikan Pastor Frederico Lombardi menjelaskan, jika asap baru dikeluarkan saat langit sudah gelap, lampu sorot akan dinyalakan untuk membuat warna asap menjadi jelas.

"Bila asap dikeluarkan setelah hari gelap, ada lampu sorot yang akan menunjukkan warna asap tersebut agar bisa dilihat," kata Lombardi, seperti dikutip CNN, Rabu (13/3/2013).

Apabila pada akhirnya, asap putih yang keluar, perlu waktu 50 menit bagi Paus baru untuk mengenakan jubah, berdoa, dan kemudian memunculkan diri di balkon Santo Petrus.

Konklaf ini bisa berlangsung cepat, atau sebaliknya, makan waktu berhari-hari. Yang paling panjang selama abad ke-20 berlangsung 5 hari. (Riz)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya