Tangkuban Perahu Meletus, PVMBG: Tidak Perlu Panik

"Masyarakat tidak perlu panik dan tidak termakan isu terkait meletusnya Gunung Tangkuban Perahu tanpa ada sumber yang kompeten," ujar Kepala PVMBG Surono.

oleh Liputan6 diperbarui 06 Mar 2013, 19:03 WIB
Meletusnya Gunung Tangkuban Perahu di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, membuat petugas dan warga, terutama pedagang di sekitar Kawah Ratu panik. Letusan itu tidak berlangsung sekitar 10 menit.

Namun, aktivitas itu masih dalam level II, di mana Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasi tidak adanya aktivitas masyarakat pada radius 1,5 kilometer dari Kawah Ratu. "Masyarakat tidak perlu panik dan tidak termakan oleh isu-isu terkait gunung itu tanpa ada sumber yang kompeten," ujar Kepala PVMBG Surono, Rabu (6/3/2013).

Pengamanan intensif dilakukan dari Posko PGA Tangkuban Parahu, yang dijadikan posko bersama dengan BPBD, TNI dan juga elemen lainnya yang siaga menyusul kenaikan aktivitas gunung itu. Pihaknya terus melakukan pemantauan secara online dari Posko Pengamatan Gunung Api di Kantor PVMBG di Bandung.

Surono menyatakan energi letusan freatik Gunung Tangkuban Parahu di Bandung Barat cenderung meningkat. "Terekam ada letusan freatik kecil-kecil setiap hari, termasuk pagi tadi. Artinya ada peningkatan tekanan, namun secara status masih waspada atau level dua," kata Surono.

Ia mengatakan pada awal kenaikan status dari aktif ke waspada pada 21 Februari 2013, kondisi letusannya freatik tremor atau hembusan gas yang menerus. Sedangkan dalam beberapa hari terakhir ada letusan material abu.

Letusan itu termasuk tinggi dan tekanannya mengarah ke arah Subang yang merupakan bukaan dari kawah Tangkuban Parahu itu. "Dipastikan ada peningkatan energi setiap harinya, dilepaskan dalam letusan-letusan kecil," katanya.

Surono menjelaskan berdasarkan rekaman aktivitas letusan freatik yang terjadi dalam beberapa hari ini, ada kecenderungan tekanannya lebih tinggi dibandingkan pada awal ditetapkan dalam status waspada atau level II pada 21 Februari lalu.

Terdeteksi ada letusan setinggi 30 centimeter dari Kawah Ratu. Tekanannya diperkirakan dari 1.000 meter dari bagian dalam kawah, atau lebih dalam dibandingkan letusan tremor pada pertengahan Februari. (Adi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya