Liputan6.com, Jakarta: Menteri Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Zarkasih Nur meminta media dan masyarakat mengawasi penyaluran dana koperasi. Pernyataan itu disampaikannya di Jakarta, Senin (11/9). Menurut Zarkasih, dana sebesar Rp 800 miliar itu akan disalurkan bersamaan dengan dimulainya pembicaraan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara baru, awal Oktober mendatang.
Zarkasih menegaskan, pihaknya tidak ingin kasus penyimpangan seperti pada program penyaluran dana Jaring Pengaman Sosial dulu terjadi kembali. Penyaluran dana kali ini dilakukan oleh bank-bank pemerintah di seluruh Indonesia. Koperasi yang ingin mendapatkan kucuran dana bantuan, sudah bisa menghubungi bank-bank pemerintah di daerahnya.
Zarkasih juga meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat, media massa dan seluruh lapisan masyarakat untuk turut mengawasi proses penyaluran dana ini. Ia juga mengharapkan, dana tersebut akan sampai di bank-bank setempat dalam tahun anggaran 2000 atau sebelum Januari 2001 nanti.
(HFS/Jannus Siahaan dan Julianus)
Zarkasih menegaskan, pihaknya tidak ingin kasus penyimpangan seperti pada program penyaluran dana Jaring Pengaman Sosial dulu terjadi kembali. Penyaluran dana kali ini dilakukan oleh bank-bank pemerintah di seluruh Indonesia. Koperasi yang ingin mendapatkan kucuran dana bantuan, sudah bisa menghubungi bank-bank pemerintah di daerahnya.
Zarkasih juga meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat, media massa dan seluruh lapisan masyarakat untuk turut mengawasi proses penyaluran dana ini. Ia juga mengharapkan, dana tersebut akan sampai di bank-bank setempat dalam tahun anggaran 2000 atau sebelum Januari 2001 nanti.
(HFS/Jannus Siahaan dan Julianus)