Bola Ganjil: Tidak Ada Klub Ibu Kota di Kasta Tertinggi Brasil dan Australia

Bola Ganjil pernah menceritakan dominasi klub ibu kota pada level tertinggi kompetisi sepak bola. Jumlahnya mencapai belasan atau melebihi 75 persen daftar peserta. Namun, ada juga fenomena 180 derajat terkait hal ini. Ibu kota tidak memiliki klub di kasta utama setempat.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 15 Maret 2023, 00:30 WIB
Wakil Brasil Flamengo kala mengikuti Piala Dunia Antarklub 2023. Flamengo berbasis Rio de Janeiro. Sementara ibu kota Brasil yakni Brasilia tidak memiliki wakil di kasta tertinggi kompetisi sepak bola setempat. (Fadel SENNA / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Bola Ganjil pernah menceritakan dominasi klub ibu kota pada level tertinggi kompetisi sepak bola. Jumlahnya mencapai belasan atau melebihi 75 persen daftar peserta.

Namun, ada juga fenomena 180 derajat terkait hal ini. Ibu kota tidak memiliki klub di kasta utama setempat.

Tidak tanggung-tanggung, Brasil masuk kategori tersebut. Meski sudah juara Piala Dunia lima kali dan menguasai Amerika Selatan dalam sembilan kesempatan, Negeri Samba tidak punya klub dari Brasilia.

Padahal di sana berdriri megah Stadion Mane Garrincha, lokasi berlangsungnya Piala Konfederasi 2013, Piala Dunia 2014, serta Olimpiade 2016.

Kondisi ini tidak lepas dari fungsi kota. Brasilia dibangun khusus untuk menjalankan fungsi administrasi negara. Di sanalah pusat pemerintahan berada.

Brasil bukan satu-satunya negara besar tanpa klub ibu kota di level teratas. Australia juga tidak memiliki klub berbasis Canberra di liganya. Meski begitu, ada Canberra United yang berkompetisi di liga putri Australia.

Liga Australia atau yang populer dengan A-League justru memiliki klub ibu kota asal negara lain. Wellington Phoenix dari Selandia Baru bermain di sana sejak musim 2007/2008.


Liga Mali Didominasi Wakil Bamako

BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)

Ibu kota adalah jantung dari negara. Di sanalah pusat segala hal, termasuk dalam sepak bola. Perkumpulan atau klub tumbuh subur di ibu kota. Dari jumlah tersebut, tentu tidak semuanya berkompetisi di level utama. Sejumlah negara kuat bahkan cuma punya 1-2 yang tampil, di antaranya Italia (AS Roma, Lazio) dan Prancis (Paris Saint-Germain).

Namun, tetap ada sejumlah pengecualian. London adalah contohnya. Ada tujuh klub yang bersaing di Premier League atau lebih dari sepertiga penghuni kasta tertinggi.

Mereka adalah Arsenal, Brentford, Chelsea, Crystal Palace, Fulham, Tottenham Hotspur, dan West Ham United. Artinya, masing-masing klub bakal melakoni 12 derby setiap musim.

Di negara-negara lain jumlah klub ibu kota lebih fantastis lagi. Sebanyak 13 dari 18 peserta Liga Mali berbasis Bamako.

Mereka adalah Afrique Elite, AS Black Stars, AS Korofina, AS Olympique de Messira, AS Police, AS Real Bamako, CO Bamako, Djoliba AC, LC Bamako, Stade Malien, AS Onze Createurs de Niarela, USFAS Bamako, dan Yeelen Olympique.

Lanjut Baca:

Akibat minimnya infrastruktur, mereka pun harus berbagi kandang satu sama lain. Afrique Elite, AS Black Stars, AS Korofina, AS Real Bamako, CO Bamako, dan LC Bamako menganggap Stade Modibo Keita sebagai markas mereka. Sedangkan AS Olympique de Messira, AS Police, Djoliba AC, Stade Malien, AS Onze Createurs de Niarela, dan Yeelen Olympique bermain di Stade du 26 Mars. Hanya USFAS Bamako yang punya kandang sendiri yakni Stade Municipal de USFAS.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya