Dahlan Gabungkan Len dan Inti Agar Jadi Perusahaan Besar

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, bakal menggabungkan dua perusahaan yaitu PT INTI (Persero) dan PT Len Industri yang sama-sama bergerak di bidang teknologi informasi.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Februari 2013, 12:59 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, bakal menggabungkan dua perusahaan yaitu PT INTI (Persero) dan PT Len Industri yang sama-sama bergerak di bidang teknologi informasi.

Dengan langkah ini, wakil pemegang saham pemerintah ini berharap upaya kondolidasi dua entitas bisnis bakal membentuk perusahaan besar.

"Inti dan Len akan konsolidasi," ujar Dahlan Iskan di Jakarta, Selasa, (26/2/2013).

Dahlan menjelaskan, Inti memiliki keunggulan dari sisi aset yang jauh lebih besar dibandingkan mitranya tersebut. Di sisi lain, Len Industri memiliki berbagai kelebihan yang tak dikuasai Inti.

Mengingat adanya kemiripan usaha dari kedua perusahaan pelat merah itu, Kementerian BUMN memutuskan untuk menggabungkan kedua perusahaan itu.

Selain kemiripan usaha, lanjut Dahlan, pemerintah juga berharap kinerja perusahaan akan semakin meningkat. "Untuk ikut tender besar, butuh perusahaan besar," tegas Dahlan.

Sebagai informasi, Len Industri telah mengembangkan bisnis dan produknya dalam bidang elektronika untuk industri dan prasaranan. Selama lebih dari 30 tahun, perusahaan telah memasang ratusan pemancar televisi dan radio di seluruh wilayah Indonesia.

Len juga berkontribusi pada jaringan infrastruktur telekomunikasi, elektronikan untuk pertahanan, sistem persinyalan kereta api, sistem elektronika daya untuk kereeta api listrik, dan pembangkit listrik tenaga surya.

Sementara PT Inti merupakan perusahaan yang telah berdiri sekitar 35 tahun dan bergerak dalam industri telekomunikasi. (Pew/Shd)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya