Tottenham vs Chelsea, Graham Potter Beber Tekanan Keras dari Fans

Graham Potter menceritakan soal pengalaman buruk dapat ancaman pembunuhan untuk dirinya dan anaknya dari fans garis keras Chelsea jelang lawan Tottenham Hotspur di Liga Inggris.

oleh Defri SaefullahDiterbitkan 26 Februari 2023, 06:00 WIB
Pelatih Chelsea, Graham Potter memberi instruksi kepada pemainnya saat menghadapi Southampton dalam laga pekan ke-24 Liga Inggris 2022/2023 di Stamford Bridge, London, Sabtu (18/2/2023) malam WIB. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Liputan6.com, London- Chelsea tak menunjukkan sinyal membaik di tangan Graham Potter. Manajer asal Inggris yang menggantikan Thomas Tuchel ini malah kesulitan membawa The Blues naik ke empat besar klasemen Liga Inggris.

Maka itu, fans Chelsea banyak tidak suka dengan Graham Potter. Eks manajer Brentford ini pun mengakui dia dan anaknya sudah mendapatkan email ancaman pembunuhan.

Chelsea saat ini masih ada di peringkat ke-10 klasemen Liga Inggris. The Blues hanya meraih satu kemenangan di 10 laga terakhir seluruh kompetisi.

"Sebanyak saya mendapatkan dukungan, saya juga terima email yang kurang bagus yang menginginkan saya mati dan anak saya juga. Jadi itu tentu tak menyenangkan untuk diterima," kata Potter jelang lawan Tottenham Hotspur di derby London seperti dikutip Metro.

Chelsea sendiri masih memberikan dukungan untuk Potter. Meski tekanan untuk memecat Potter terus bergema.

"Kehidupan keluarga Anda menderita, kesehatan mental Anda sakit, kepribadian Anda, ini sulit," aku Potter.

 


Harus Lebih Baik

Manajer Chelsea, Graham Potter, gagal membawa timnya meraih kemenangan saat bersua RB Salzburg pada laga kedua Grup E Liga Champions di Stamford Bridge, Kamis (15/9/2022) malam WIB. The Blues harus puas bermain imbang 1-1. (AP Photo/Leila Coker)

 

Potter menerima semua kritikan yang ditujukan kepadanya. Dia juga paham Chelsea harusnya tampil lebih baik.

"Pesan saya ke keluarga, kami harus terima situasi ini, terima kritik dimana kami harusnya lebih baik. Namun jangan terpancing dengan hal yang tidak benar," katanya.

"Saya mencoba buka perspektif tapi di wkatu yang bersamaan saya tahu ada kritik dan perasaan buruk. Ini tantangan, saat Anda bekerja dan orang menyumpahi, itu tak akan menyenangkan."

Potter menampik asumsi dia tak peduli dengan kritikan yang diberikan kepadanya. Dikatakannya, kritikan itu bagian dari Chelsea.

"Kalau saya bilang tak peduli dicap sebagai manajer terburuk di sejarah klub, saya pasti berbohong karena semua orang peduli dengan apa yang terjadi," ujarnya.

 


Ingin Sukses

Chelsea di bawah asuhan Graham Potter kembali menelan hasil buruk. The Blues harus tersingkir dari Piala FA 2022/2023 setelah dikalahkan dengan skor telak oleh Manchester City pada laga yang berlangsung di Etihad Stadium, Minggu (8/1/2023) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Potter menantang jurnalis agar menanyakan keluarganya soal kehidupan dia sehari-hari. Dia tak mau dicap tak peduli dengan krisis yang dialami Chelsea.

"Saya ingin sukses di sini jadi tak mungkin, saya tak peduli dengan seluruh kehebohan ini. Tanya saja keluarga saya," katanya.

"Dunia sedang sulit untuk siapapun. Kita sedang menghadapi krisis energi dan krisis biaya hidup. Orang-orang demo setiap pekan. Semuanya sulit dan tak ada yang mau dengarkan soal manajer buruk."

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya