Ondel-Ondel Taiwan Meriahkan Cap Go Meh

Pertunjukkan tarian tradisional troupes ini dikombinasikan dengan musik elektronik modern dimainkan kelompok asal Taiwan Electric Techno Neon Gods (ondel-ondel versi Taiwan).

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Februari 2013, 12:58 WIB
Pertunjukan tarian tradisional troupes yang dikombinasikan dengan musik elektronik modern dimainkan kelompok asal Taiwan Electric Techno Neon Gods (ondel-ondel versi Taiwan). Mereka memeriahkan perayaan Cap Go Meh.

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (TETO) untuk Indonesia Andrew dalam keterangan tertulis Selasa (26/2/2013) mengatakan, 5 boneka bulat terbuat dari kayu, masing-masing dengan cat wajah berbeda-beda menarik perhatian pengunjung. Ada yang berwarna hitam, hijau, putih, oranye dan merah. Para pengunjung berlomba untuk mengabadikan aksi ondel-ondel asal Taiwan tersebut yang memainkan musik khas Taiwan.

Atraksi kesenian inovatif yang berasal dari selatan Taiwan yang digelar pada Sabtu 23 Februari 2013 malam lalu dalam rangka memeriahkan perayaan Cap Go Meh atau Festival Lentera.

Sekilas gerak kaku lima boneka kayu berukuran sekitar 150-200 cm itu memang mirip ondel-ondel khas Betawi, namun tanpa kembang kertas warna-warni dan musik tanjidor. Cara memainkan boneka ini pun mirip ondel-ondel. Pemain harus masuk ke dalam ondel-ondel dan menggerakkan tangan-tangan mereka saat menari.

Boneka-boneka bulat tersebut merefleksikan pangeran ketiga Nazha yang dalam bahasa sansekerta bernama Nalakuvara. Pangeran yang juga dikenal sebagai Li Luo Che tersebut diyakini sebagai seorang tokoh agama Budha di India, putra dari Raja Utara yang juga merupakan salah satu dari empat pelindung dewa Buddhis.

"Menurut kepercayaan rakyat Taiwan, legenda pangeran ketiga Nazha adalah seorang panglima kaisar langit, yang bertanggung jawab untuk memerintah seluruh prajurit langit," jelas anggota Pengawas Eksekutif Kuil Taitzu Hsinying Tainan, Wu Jin Ming.

Ia dianggap masyarakat sebagai dewa Taitzu, yang menurut kepercayaan para penganut, dewa Taitzu dapat membantu rakyat mengusir kejahatan, menjaga keadilan, dan merupakan dewa pelindung di hati masyarakat.

Karenanya, lanjut Wu, pakaian yang dikenakan boneka-boneka kayu tersebut memang mirip kaisar, namun dengan modifikasi modern lengkap dengan pita terbang. Tangannya menggenggam senjata api dan lingkaran langit bumi. Kedua kakinya menginjak bola api.

Atraksi tersebut dimainkan 12 siswa muda dari daerah Selatan Taiwan dari Kuil Taitzu Hsinying. Di Taiwan, acara seperti itu sering dinamakan Troupes.

Bila tertarik, Anda bisa menyaksikan pertunjukan ondel-ondel ala Taiwan ini masih berlangsung di Vihara Bhumi Pharsija, Cianjur Jawa Barat pada Rabu 27 Februari dan Vihara Dharma Ramsi, Bandung pada Sabtu 2 Maret mendatang.  (Adi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya